RI News. Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong peran aktif jurnalis lokal sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan. Ajakan ini disampaikan dengan penekanan pada penyampaian informasi akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat, sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian alam Papua di tengah laju pembangunan infrastruktur dan ekonomi.
Asisten Bidang Umum Sekretariat Daerah (Setda) Papua, Suzana Wanggai, menegaskan bahwa jurnalis bukan sekadar penyampai berita, melainkan jembatan vital antara pemerintah dan publik. “Jurnalis memiliki peran strategis dalam menyebarkan kebenaran serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan untuk keberlanjutan hidup generasi mendatang,” ujar Suzana Wanggai di Jayapura, Minggu (12/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan usai pembukaan kegiatan Halal Bihalal Jurnalis Papua 2026 yang sengaja dirancang dengan konsep ramah lingkungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi teladan bagi pelaksanaan acara-acara serupa di masa depan, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif tentang praktik berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Suzana Wanggai menambahkan bahwa konsep ramah lingkungan pada setiap kegiatan harus terus ditingkatkan. Menurutnya, integritas insan pers sangat dibutuhkan agar masyarakat mendapatkan informasi yang valid dan terpercaya, termasuk edukasi mengenai pelestarian lingkungan hidup. “Pembangunan ramah lingkungan membutuhkan edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan. Tanpa dukungan media, upaya pelestarian ini akan sulit menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Suzana Wanggai menyatakan bahwa profesi jurnalis bersifat seumur hidup. “Tidak ada istilah mantan jurnalis. Sekali jurnalis, tetap jurnalis,” katanya. Oleh karena itu, tanggung jawab menjaga lingkungan Papua harus menjadi komitmen bersama seluruh insan pers. Solidaritas ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara jurnalis, pemerintah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sementara itu, Hendrina Dian Kandipi juga menyampaikan harapan serupa. Ia menekankan pentingnya momentum Halal Bihalal ini untuk semakin mempererat kerjasama antara pemerintah dan jurnalis dalam mewujudkan Papua yang maju, tanpa mengorbankan kelestarian alamnya. “Insan pers di Papua diharapkan semakin solid dan mampu berkontribusi secara aktif dalam menyampaikan informasi yang membangun serta mendukung pembangunan ramah lingkungan,” ujarnya.
Baca juga :
Dalam konteks yang lebih luas, peran jurnalis Papua kini semakin strategis. Di tengah tantangan perubahan iklim, deforestasi, dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, penyampaian informasi yang akurat menjadi kunci untuk membangun kesadaran publik. Melalui pemberitaan yang mendalam dan bertanggung jawab, jurnalis tidak hanya menginformasikan, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk ikut serta menjaga hutan, sungai, dan ekosistem Papua yang menjadi warisan bersama.
Pemerintah Provinsi Papua berharap, melalui pendekatan ini, terbentuk ekosistem informasi yang sehat di mana pembangunan dan pelestarian lingkungan berjalan beriringan. Sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat bagi masa depan Papua yang hijau dan sejahtera.
Dengan demikian, jurnalis setempat tidak lagi hanya menjadi pengamat, melainkan pelaku utama dalam narasi pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.
Pewarta : Vie

