RI News. Kabupaten Semarang – Pagi masih pekat gulita di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, ketika ratusan pelari telah berkumpul di pelataran The Wujil Hotel pada Sabtu, 11 April 2026. Udara dingin pegunungan menusuk tulang, namun api semangat mereka justru membara lebih terang. Dengan headlamp menyala dan sepatu trail siap menghantam tanah, mereka bersiap menaklukkan jalur lintas alam yang menantang dalam ajang Semarang Mountain Race 2026.
Tepat pukul 05.00 WIB, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno secara resmi melepas start. Bendera dikibarkan, dan gelombang pelari pun melesat memasuki kegelapan, menyusuri trek teknis yang penuh tanjakan terjal, akar pohon menjulang, serta pemandangan alam lereng Ungaran yang masih tertutup kabut.
Ajang ini menawarkan dua kategori utama bagi para petarung sejati: 50 kilometer dengan 200 peserta, serta kategori ultra marathon 82 kilometer yang diikuti 52 pelari paling tangguh. Rute-rute ini tidak sekadar menguji kecepatan, melainkan ketahanan fisik dan mental. Setiap langkah menghadapi elevasi signifikan, jalur sempit berbatu, serta perubahan cuaca khas pegunungan yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Sumarno menegaskan bahwa antusiasme tinggi peserta menjadi bukti nyata keberhasilan upaya Pemprov Jawa Tengah menggabungkan olahraga dengan pariwisata. “Antusiasmenya luar biasa. Ini bagian dari pengembangan spot tourism di Jawa Tengah,” ujarnya seusai pelepasan start.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa event semacam ini juga menjadi wahana efektif untuk mempromosikan pola hidup sehat di tengah masyarakat. “Ini juga untuk mempromosikan gaya hidup sehat. Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” katanya.
Narasi sport tourism yang digaungkan pemerintah provinsi tampaknya bukan sekadar retorika. Jasmine Adli Putri Liza, pelari berusia 24 tahun asal Jakarta, rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk merasakan sensasi lari di lereng Ungaran. Bagi Jasmine, kombinasi antara tantangan alam yang liar dan keindahan pegunungan menjadi daya tarik tersendiri yang sulit ditemukan di event lari kota biasa.
Baca juga :
Dengan medan yang 80 persen berupa jalur alam dan tanjakan ekstrem, Semarang Mountain Race 2026 bukan hanya ajang kompetisi, melainkan juga undangan bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan alam Jawa Tengah sekaligus menjaga kesehatan tubuh dan jiwa. Saat matahari perlahan menyingsing di ufuk timur, ratusan pelari itu terus melaju, membuktikan bahwa semangat petualangan mampu mengalahkan kegelapan pagi.
Pewarta : Miftahkul Ma’na

