RI News. Padangsidimpuan — Ketegangan memuncak di Stadion H.M. Nurdin, Jumat (3/4/2026) sore, saat dua laga perebutan peringkat ketiga Turnamen Sepak Bola U17 Ama Ama Cup Sidimpuan berlangsung hingga adu penalti. Ribuan penonton yang memadati venue menyaksikan dua tim lokal berjuang keras memperebutkan podium setelah pertandingan waktu normal berakhir imbang.
Pada laga pertama, Torpedo FC U17 menghadapi Mitra Saroha FC. Kedua tim bermain sangat disiplin sepanjang 2×35 menit, sehingga skor tetap bertahan 0-0. Wasit Zonadi Tambunan pun harus melanjutkan pertandingan ke babak adu penalti untuk menentukan pemenang posisi ketiga.
Torpedo FC tampil lebih tenang dalam eksekusi penalti. Kelima penendang mereka berhasil menjebol gawang lawan: Arya Anugrah (nomor 9), Ryan Lubis (nomor 8), Al Fariz (nomor 28), Amar (nomor 8), dan Rezy Pane (nomor 21). Sementara Mitra Saroha FC hanya mencetak tiga gol melalui Iyon (nomor 63), Sandy (nomor 10), dan Revan (nomor 13). Dua eksekusi gagal dilakukan Gilang (nomor 14) dan Raja (nomor 2).

Hasil akhir adu penalti 5-3 memastikan Torpedo FC U17 meraih juara ketiga, sementara Mitra Saroha FC harus puas di peringkat keempat. Penampilan apik dan lugas sepanjang pertandingan membuat Ryan Lubis (nomor 8) dari Torpedo FC terpilih sebagai Man of the Match.
Sesi berikutnya mempertemukan Putra Tapanuli FC melawan 90’s FC. Laga ini jauh lebih terbuka. 90’s FC sempat unggul dua gol melalui Kakang (nomor 4) pada menit ke-21 dan menit ke-46. Namun Putra Tapanuli FC bangkit di babak kedua. Ari (nomor 4) menyamakan kedudukan pada menit ke-58, disusul gol Borkat (nomor 10) pada menit ke-63, sehingga skor berakhir 2-2 setelah waktu normal.
Wasit Chaidir Ali Piliang kembali memimpin adu penalti. Kali ini Putra Tapanuli FC menunjukkan ketangguhan mental. Lima penendang mereka sukses: Arif (nomor 24), Borkat (nomor 10), Supriono (nomor 80), Ari (nomor 4), dan Taher (nomor 73). Dari kubu 90’s FC, hanya tiga yang berhasil mencetak gol lewat Dedi (nomor 29), Fadly (nomor 97), dan Batara (nomor 16), sementara Kakang (nomor 4) dan Perdana (nomor 8) gagal menjalankan tugas.
Baca juga : Oknum Polisi Kawal Ekskavator ke Tambang Ilegal Ratatotok, Kasat Lantas Polres Mitra Diam Seribu Bahasa
Kemenangan 5-3 melalui penalti membuat Putra Tapanuli FC keluar sebagai juara ketiga, dengan 90’s FC menempati posisi keempat. Supriono (nomor 80) dari Putra Tapanuli FC dinobatkan sebagai Man of the Match berkat penampilan gemilang dan sikap sportifitas tinggi sepanjang laga.
Pertandingan-pertandingan ketat ini menjadi bukti bahwa sepak bola usia muda di Padangsidimpuan terus berkembang. Semangat juang dan kualitas teknis para pemain muda layak diapresiasi, terutama dalam situasi tekanan tinggi seperti adu penalti.
Acara puncak turnamen akan berlangsung Sabtu (4/4/2026) di stadion yang sama. Laga pembuka exhibition Old Crack U40 dimulai pukul 14.30 WIB, menghadirkan mantan pemain dan insan sepak bola Kota Padangsidimpuan untuk menyemarakkan suasana. Grand Final kemudian digelar pukul 16.00 WIB, mempertemukan Glory 99 FC melawan Saudara GLS FC.
Kedua tim finalis diharapkan menyajikan pertandingan berkualitas tinggi dan menjadi penutup yang indah bagi turnamen yang telah sukses mempersatukan talenta-talenta muda di wilayah ini.
Pewarta: Indra Saputra

