RI News. Assen, Belanda – Lebih dari setahun setelah dibobol secara dramatis, salah satu artefak paling berharga dari peradaban Dacia kuno akhirnya berhasil dipulihkan. Helm emas Cotofenesti berusia 2.500 tahun, yang merupakan simbol kebanggaan nasional Rumania, kembali dipertunjukkan kepada publik dalam sebuah konferensi pers yang dijaga ketat oleh polisi bersenjata lengkap di kota Assen, Belanda timur, pada Kamis (2 April 2026).
Helm tersebut, yang berasal dari sekitar abad ke-5 SM, dicuri bersama tiga gelang emas pada akhir pekan terakhir pameran selama enam bulan di Museum Drents. Pencuri menggunakan bom kembang api rakitan dan palu godam untuk membobol pintu museum, kemudian melarikan diri dengan barang-barang berharga tersebut. Kejadian ini sempat menimbulkan kekhawatiran besar bahwa helm ikonik itu mungkin telah dilelehkan karena bentuknya yang khas dan sangat dikenal, sehingga sulit dijual di pasar gelap.
Dalam konferensi pers tersebut, jaksa penuntut umum Corien Fahner menyatakan kegembiraannya yang mendalam. “Ini perjalanan yang penuh naik-turun. Kami sangat senang bisa mengumumkan pemulihan ini, terutama bagi Rumania dan seluruh tim Museum Drents,” ujarnya. Dua dari tiga gelang emas yang hilang juga berhasil dikembalikan sebagai bagian dari kesepakatan dengan tiga tersangka yang ditangkap tidak lama setelah pencurian. Persidangan ketiga pria tersebut dijadwalkan dimulai akhir April mendatang, sementara pencarian gelang emas yang ketiga masih terus dilakukan.

Meski berhasil dipulihkan, helm emas itu tidak kembali dalam kondisi sempurna. Direktur Museum Drents, Robert van Langh, menjelaskan bahwa artefak tersebut mengalami penyok ringan akibat proses pencurian. “Namun, kerusakannya tidak permanen dan helm ini dapat direstorasi sepenuhnya,” tegasnya. Sementara itu, kedua gelang emas yang ditemukan kembali berada dalam kondisi sangat baik.
Pencurian ini sempat menimbulkan ketegangan diplomatik antara Belanda dan Rumania. Menteri Kehakiman Rumania saat itu, Radu Marinescu, menyebut peristiwa tersebut sebagai “kejahatan terhadap negara kami” dan menjadikan pemulihan artefak sebagai prioritas utama. Kasus ini juga menyoroti kerentanan keamanan museum terhadap pencurian artefak bersejarah yang dipinjamkan antarnegara.
Baca juga : Artemis II: Manusia Kembali ke Bulan, Membuka Era Baru Eksplorasi Luar Angkasa yang Berkelanjutan
Pemulihan helm Cotofenesti menjadi kabar penting dalam upaya global melindungi warisan budaya. Artefak ini tidak hanya bernilai material yang tak ternilai, tetapi juga menyimpan cerita tentang peradaban Dacia yang pernah berjaya di wilayah Eropa Timur. Keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama internasional dalam melawan perdagangan ilegal benda cagar budaya.
Saat ini, helm emas tersebut disimpan dengan pengamanan ketat sebelum nantinya dikembalikan ke Rumania. Pihak berwenang Belanda dan Rumania terus bekerja sama untuk memastikan seluruh barang hasil curian dapat dipulihkan dan dikembalikan ke tempat asalnya.
Pewarta : Anjar Bramantyo

