RI News. Pesisir Barat – Suasana pantai yang semula dipenuhi tawa dan keceriaan wisatawan saat libur Lebaran mendadak berubah mencekam pada Sabtu (21/3) sore. Seorang wisatawan asal Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, nyaris kehilangan nyawa setelah terseret arus kuat di Pantai Mandiri sekitar pukul 15.50 WIB. Berkat kesigapan petugas penjaga pantai gabungan, tragedi itu berhasil dicegah dalam aksi penyelamatan yang penuh ketegangan di tengah derasnya ombak.
Peristiwa bermula ketika rombongan wisatawan dari Liwa, Lampung Barat, mencoba berenang agak jauh dari bibir pantai. Padahal, sebelumnya petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memberikan peringatan keras agar tidak memasuki area rawan karena kondisi arus laut yang berbahaya. Imbauan itu, sayangnya, tidak diindahkan.
Tak lama kemudian, ombak besar menghantam disertai arus bawah laut yang kuat. Salah satu anggota rombongan terseret menjauh dari tepian. Melihat rekannya dalam bahaya, korban berinisiatif menolong. Namun, upaya baik hati itu justru menjadi bumerang. Korban ikut terseret semakin jauh ke tengah laut.

“Awalnya dia mau membantu temannya yang terbawa arus, tapi justru dia yang semakin jauh terseret ke tengah,” ungkap Akbar M Firqal, petugas Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Pemkab Pesisir Barat, saat dikonfirmasi.
Teriakan minta tolong yang memecah deburan ombak langsung memicu respons cepat dari pos pengawasan. Firqal tanpa ragu berlari ke lokasi, melepaskan sepatunya, dan terjun langsung ke laut. “Saya langsung inisiatif turun setelah mendengar teriakan. Alhamdulillah korban berhasil kami evakuasi,” katanya.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Dengan kerja sama tim gabungan BPBD dan bantuan seorang warga setempat, korban berhasil dijangkau menggunakan ring buoy. Ia dievakuasi ke tepi pantai dalam kondisi selamat, meski sempat kelelahan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat membenarkan kronologi kejadian tersebut. Menurut data yang mereka himpun, insiden terjadi tepat di bibir pantai yang memang dikenal memiliki arus bawah laut cukup kuat, terutama saat musim tertentu.
Kejadian ini menjadi pengingat tajam bagi masyarakat, khususnya di momen libur Lebaran yang selalu diwarnai lonjakan pengunjung. Pemerintah daerah setempat kembali menegaskan komitmennya terhadap keselamatan wisatawan.
“Kami mengimbau kepada seluruh wisatawan agar tidak berenang di zona berbahaya dan selalu mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” tegas pihak berwenang.
Insiden di Pantai Mandiri ini sekaligus menunjukkan betapa krusialnya kewaspadaan kolektif antara pengelola wisata dan pengunjung. Di balik keindahan pantai yang memikat, ancaman alam tetap mengintai—dan kesigapan petugas menjadi garis pertahanan terakhir yang menyelamatkan nyawa.
Pewarta : Atalinsyah

