RI News. Gunungkidul – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di wilayah Kodim 0730/Gunungkidul resmi ditutup secara khidmat. Upacara penutupan berlangsung di lapangan Patuk, Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, pada Rabu (11/3/2026). Acara ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan.
Dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa”, program ini menegaskan komitmen bersama untuk memulai pembangunan nasional dari tingkat paling dasar, yakni desa-desa. Selama satu bulan pelaksanaan, kegiatan difokuskan pada peningkatan infrastruktur dasar yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga setempat.
Pasiter Kodim 0730/Gunungkidul, Kapten Arm Suharta, dalam laporan penutupannya merinci capaian sasaran fisik utama. Pekerjaan meliputi pembangunan cor rabat beton sepanjang 500 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 0,12 meter, serta pembuatan talud sepanjang 24 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 2 meter. Selain itu, sasaran tambahan berhasil direalisasikan berupa rehabilitasi satu unit rumah tidak layak huni (RTLH) serta rehab satu unit balai padukuhan di Trosari.

Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp300 juta, bersumber dari APBD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar Rp75 juta dan APBD Kabupaten Gunungkidul sebesar Rp225 juta. Pendanaan ini sepenuhnya dimanfaatkan untuk mendukung realisasi infrastruktur yang telah ditargetkan.
Menurut Kapten Suharta, melalui TMMD diharapkan terbuka akses jalan antardesa yang lebih baik, arus lalu lintas menjadi lancar, perekonomian masyarakat meningkat, kesadaran bela negara semakin kuat, serta ikatan kemanunggalan antara TNI dan rakyat semakin erat. Program ini tidak hanya membangun fisik, melainkan juga memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengatasi kebutuhan dasar di pedesaan.
Dalam amanat yang dibacakan Komandan Kodim, Panglima Kodam IV/Diponegoro menekankan pentingnya rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan melaksanakan tugas ini dalam suasana kebersamaan. Pembangunan dari desa dipandang sebagai strategi utama pemerintah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Desa diharapkan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang kompetitif di masa depan.
Baca juga : Sinergi TNI dan Masyarakat Wujudkan Akses Desa yang Lebih Baik: Penutupan TMMD Reguler ke-127 di Wonogiri
TMMD Ke-127 ini merupakan bentuk kerjasama terpadu antara TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait. Tujuannya mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya daerah tertinggal, terisolasi, perbatasan, kumuh perkotaan, maupun pascabencana. Penghargaan tinggi disampaikan kepada bupati, forkopimda, TNI-Polri, ormas, pemuda, pelajar, dan seluruh masyarakat yang terlibat aktif selama sebulan penuh.
Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, TMMD Reguler Ke-127 dilaksanakan di empat kabupaten, sementara varian Sengkuyung seperti di Gunungkidul berjalan serentak di berbagai kodim. Hasil secara keseluruhan mencakup beragam infrastruktur, mulai dari rabat beton, talud, hingga perbaikan fasilitas umum, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup warga desa.
Penutupan ini menandai keberhasilan satu babak lagi dalam upaya TNI mendampingi pembangunan rakyat, sekaligus mengukuhkan peran desa sebagai fondasi kuat bagi kemajuan bangsa.
Pewarta : Lee Anno

