RI News. Sekincau, Lampung Barat – Pasokan labu siam di wilayah Way Mengaku, Lampung Barat, mengalami penurunan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Para pedagang pengumpul (pengepul) setempat mulai merasakan dampaknya, sehingga terpaksa mendatangkan komoditas tersebut dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Salah seorang pengepul sayuran asal Way Mengaku mengungkapkan bahwa hasil panen dari petani lokal semakin menipis. “Pasokan dari petani di sekitar sini sudah jauh berkurang. Untuk mencukupi permintaan pedagang, hari ini Jumat (6 Maret 2026) kami mengambil stok dari salah satu pengepul di Pekon Pampangan, Kecamatan Sekincau,” ujarnya kepada awak media.

Akibat kelangkaan pasokan lokal tersebut, harga labu siam di tingkat pengepul saat ini mencapai Rp3.000 per kilogram. Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya ketika pasokan melimpah, meskipun masih dianggap terjangkau bagi sebagian pedagang eceran.
Diduga, penurunan produksi ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, berkurangnya hasil panen petani akibat siklus tanam yang tidak optimal atau masalah teknis budidaya. Kedua, curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Lampung Barat dalam beberapa minggu belakangan. Hujan deras berpotensi menyebabkan genangan air di lahan pertanian, mengganggu pertumbuhan tanaman labu siam yang sensitif terhadap kondisi tanah berair berlebih, serta meningkatkan risiko penyakit tanaman.
Kondisi ini mencerminkan kerentanan sektor hortikultura di daerah pegunungan Lampung Barat terhadap faktor cuaca ekstrem. Petani dan pedagang diharapkan dapat beradaptasi dengan diversifikasi sumber pasokan atau teknik budidaya yang lebih tahan terhadap variabilitas iklim.
Pewarta: Atalinsyah

