Skip to content
23/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Honduras di Ambang Pergeseran Diplomatik: Janji Ekonomi China yang Pupus dan Bayang-bayang Pengaruh AS

Honduras di Ambang Pergeseran Diplomatik: Janji Ekonomi China yang Pupus dan Bayang-bayang Pengaruh AS

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 4 min read
Honduras di Ambang Pergeseran Diplomatik
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Washington DC —  Gejolak geopolitik Amerika Latin, Honduras muncul sebagai contoh menarik bagaimana keputusan diplomatik bisa berbalik arah hanya dalam waktu singkat. Tiga tahun setelah memutuskan hubungan dengan Taiwan dan beralih ke China pada 2023, negara Amerika Tengah ini kini sedang mempertimbangkan untuk kembali ke pelukan Taipei. Langkah ini bukan sekadar pergantian aliansi, melainkan cerminan dinamika kekuatan global di mana pengaruh ekonomi dan politik AS memainkan peran kunci.

Keputusan awal Honduras untuk mengakui China di bawah kepemimpinan mantan Presiden Xiomara Castro didasari harapan besar akan keuntungan ekonomi. Castro menjanjikan peluang lebih baik melalui kerjasama dengan Beijing, termasuk pembukaan kedutaan di sana. Namun, realitas ternyata berbeda. Sektor akuakultur, khususnya peternakan udang, mengalami pukulan telak. Penjualan ke Taiwan anjlok dari lebih dari 100 juta dolar AS pada 2022 menjadi hanya 16 juta dolar AS pada 2025. China, yang diharapkan mengisi kekosongan itu, gagal memberikan pasar alternatif yang kompetitif.

Javier Amador, direktur eksekutif Asosiasi Akuakultur Nasional Honduras, menggambarkan situasi ini sebagai “penipuan”. Menurutnya, hilangnya pasar Taiwan menyebabkan penutupan setidaknya 95 peternakan udang dan satu pabrik pengolahan, menghilangkan lebih dari 25.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung, serta jutaan dolar devisa. “Kami tidak kompetitif bagi China,” ujar Amador, menekankan bahwa industri ini kini bergantung pada kemungkinan pemulihan hubungan dengan Taiwan untuk mengaktifkan kembali produktivitas dan menciptakan peluang baru.

Presiden baru Nasry Asfura, yang dilantik pada Januari 2026 dengan dukungan kuat dari pemerintahan AS di bawah Donald Trump, langsung memerintahkan peninjauan ulang perjanjian dengan Beijing. Langkah ini memicu spekulasi bahwa Honduras akan menjauh dari China, sejalan dengan agenda Trump untuk membatasi pengaruh ekonomi Beijing di Amerika Latin. Asfura bahkan bertemu Trump di kediamannya tak lama setelah pelantikan, dan diharapkan hadir dalam pertemuan keamanan regional yang digelar di Florida.

Dari perspektif akademis, pergeseran ini mencerminkan bagaimana ketergantungan struktural terhadap AS membatasi ruang gerak negara-negara kecil seperti Honduras. Francisco Urdinez, profesor ilmu politik di Universitas Katolik Kepausan Chile, menyebut Honduras sebagai “negara paling mungkin di dunia saat ini untuk mengembalikan pengakuan diplomatik ke Taiwan”. Menurutnya, perhitungan Asfura lebih berfokus pada hubungan dengan AS daripada Taiwan itu sendiri. “Pengakuan Taiwan adalah harga masuk ke rahmat baik Trump,” kata Urdinez, menyoroti dinamika transaksional dalam politik luar negeri AS.

Secara geopolitik, hubungan Amerika Latin dengan Taiwan telah menjadi indikator keseimbangan kekuatan antara dua ekonomi raksasa dunia. Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian wilayahnya, sementara AS, meski tanpa hubungan formal, menjadi pendukung utama Taipei untuk mempertahankan sekutu-sekutu resminya. Saat ini, hanya 12 pemerintahan yang mengakui kedaulatan Taiwan, dengan tujuh di antaranya di Amerika Latin, termasuk Guatemala dan Paraguay. Kehilangan Honduras pada 2023 adalah bagian dari tren, menyusul Panama, Republik Dominika, El Salvador pada 2016-2017, dan Nikaragua pada 2021.

Baca juga : Ukraina Jadi Penyelamat Timur Tengah dari Serangan Drone Murah Iran: Pelajaran dari Medan Perang Rusia

Namun, tren ini tampaknya mulai berbalik. Di bawah tekanan AS, negara-negara seperti Guatemala tetap teguh bersama Taiwan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dalam kunjungannya ke Guatemala pada Februari 2026, memuji keteguhan mereka di tengah “tekanan besar” dan berjanji memperdalam ikatan ekonomi. Anggota Kongres AS John Moolenaar juga menekankan dukungan terhadap Guatemala yang “menentang agresi China” melalui hubungan perdagangan kuat dengan Taiwan. Rancangan undang-undang di Kongres AS bahkan menawarkan bantuan 120 juta dolar AS selama tiga tahun untuk mitra-mitra Taiwan.

China, di sisi lain, merespons dengan diplomatis. Juru bicara kedutaan mereka di Washington, Liu Pengyu, menyatakan bahwa Honduras memiliki prospek pembangunan jangka panjang yang lebih baik sejak menjalin hubungan dengan Beijing, dengan hasil kerjasama yang “bermanfaat” di berbagai bidang. Sementara itu, perwakilan Taiwan di Washington menegaskan kesiapan memajukan hubungan dengan Honduras secara “terbuka dan pragmatis”, tanpa syarat, berdasarkan kesetaraan dan timbal balik.

Enrique Millán-Mejía, pakar pengembangan ekonomi di Dewan Atlantik, menyarankan Honduras bisa memberikan “status khusus” bagi Taiwan sambil mundur dari inisiatif infrastruktur global China. Panama telah melakukan hal serupa tahun lalu, memicu kemarahan Beijing yang menuduh AS menggunakan “tekanan dan paksaan”. Bagi Honduras, yang menerima investasi ratusan juta dolar dari China sejak 2023, proses ini tidak mudah—lebih dari selusin perjanjian harus ditinjau ulang.

Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Kepresidenan Taiwan ini, Presiden Taiwan Lai Ching-te berbicara selama konferensi pers tentang “Kemitraan Kemakmuran Ekonomi Taiwan-AS” di Taipei, Taiwan pada 3 Februari 2026.

Analisis lebih dalam menunjukkan bahwa pergeseran Honduras bukan hanya soal ekonomi, tapi juga ketergantungan struktural terhadap AS. Perdagangan bilateral Honduras-AS mencapai 15,8 miliar dolar AS pada 2024, dengan remitansi dari warga Honduras di AS menyumbang 26 persen pendapatan nasional. Ini menciptakan kerentanan yang membuat aliansi dengan China kurang berkelanjutan, terutama di bawah pemerintahan Trump yang menekankan pengurangan tarif sebagai insentif.

Wakil Presiden Honduras Maria Antonieta Mejia mengonfirmasi bahwa pemulihan hubungan dengan Taiwan akan dilakukan secara bertahap, memberi waktu untuk mengevaluasi kesepakatan dengan China. Sementara itu, Taiwan menyatakan sikap terbuka tanpa prasyarat, asal memperluas ruang internasionalnya.

Kasus Honduras mengilustrasikan bagaimana janji ekonomi dari kekuatan besar sering kali bertabrakan dengan realitas lokal dan pengaruh regional. Di era di mana diplomasi transaksional mendominasi, negara-negara kecil seperti Honduras harus menavigasi antara harapan dan keterbatasan, dengan implikasi yang lebih luas bagi stabilitas global. Apakah pergeseran ini akan menjadi tren baru di Amerika Latin? Hanya waktu yang akan menjawab, tapi satu hal pasti: dinamika ini memperkuat peran AS sebagai penentu utama dalam persaingan Taiwan-China.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Ukraina Jadi Penyelamat Timur Tengah dari Serangan Drone Murah Iran: Pelajaran dari Medan Perang Rusia
Next: Pengorbanan di Tengah Gejolak Timur Tengah: Kisah Enam Prajurit AS yang Gugur di Kuwait

Related Stories

Kontroversi Mendalam di Balik Dakwaan Federal
3 min read

Kontroversi Mendalam di Balik Dakwaan Federal: Apakah SPLC Menciptakan Ekstremisme yang Dinyatakan Diperanginya?

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Penyitaan Aset Jimmy Lai dan Ujian Kebebasan Pers di Hong Kong
3 min read

Penyitaan Aset Jimmy Lai dan Ujian Kebebasan Pers di Hong Kong

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Kemitraan Futuristik di Tengah Gejolak Global
2 min read

Kemitraan Futuristik di Tengah Gejolak Global: Lee Jae-myung dan Modi Targetkan Perdangan Indo-Korea Capai 50 Miliar Dolar AS

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Polisi dan Ketahanan Pangan: Strategi Institusional Polres Melawi dalam Mendukung Swasembada Jagung Nasional
  • Hotline 110 sebagai Infrastruktur Respons Cepat: Strategi Polres Melawi dalam Memperkuat Pelayanan Publik Berbasis Keamanan
  • Energi Kepedulian: Dari Cahaya Listrik Menuju Kemandirian Disabilitas Netra di Sumatera Barat
  • Rem Mendadak di Jalinsum: Kecelakaan Fatal di Kabupaten Dharmasraya dan Problem Sistemik Keselamatan Jalan
  • Sinergi Negara dan Desa: TMMD ke-128 di Minahasa Tenggara sebagai Instrumen Akselerasi Pembangunan Inklusif
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.