RI News. Padang – Dalam upaya mempererat tali persaudaraan dan meneguhkan nilai-nilai keagamaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern, Polda Sumatera Barat menggelar acara Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan doa bersama melibatkan seribu anak yatim piatu serta kaum dhuafa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen institusi kepolisian untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai mitra sosial dan spiritual bagi warga Ranah Minang.
Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 24 Februari 2026, mulai pukul 12.00 WIB di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, ikon arsitektur keagamaan terbesar di provinsi ini. Masjid megah yang diberi nama sesuai ulama besar asal Minangkabau tersebut dipilih sebagai lokasi karena kapasitasnya yang luas dan maknanya yang mendalam sebagai pusat peradaban Islam di Sumatera Barat.
Penceramah utama yang dihadirkan adalah Ustadz Adi Hidayat, seorang tokoh nasional yang dikenal dengan pendekatan tausiyahnya yang mendalam, menyentuh hati, serta berfokus pada penguatan iman, takwa, dan motivasi spiritual. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan renungan mendalam bagi peserta, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa yang menjadi tamu kehormatan utama.

Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., C.S.F.A., Kapolda Sumatera Barat, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pendekatan humanis-religius yang terus dikembangkan pihaknya. “Kegiatan ini menjadi sarana kami untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui nilai-nilai kepedulian dan keagamaan. Kami berharap dapat mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta memohon doa agar situasi keamanan dan ketertiban di Sumatera Barat tetap kondusif,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pengajian, acara ini juga menonjolkan dimensi sosial yang kuat. Dengan melibatkan seribu anak yatim piatu dan dhuafa, Polda Sumbar ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama bukan hanya slogan, melainkan aksi nyata yang dapat memperkuat fondasi masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.
Pihak kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga keluarga, untuk turut meramaikan kegiatan ini. Kehadiran warga diharapkan menjadi momentum memperkokoh ukhuwah Islamiyah serta menjaga persatuan di tengah keragaman yang menjadi kekayaan Ranah Minang.
Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus mengintegrasikan aspek keagamaan dan sosial dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh dan berempati.
Pewarta: Sami S

