Skip to content
01/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Jalan Kaki Menuju Dialog: Ketika Komunitas Pejalan Kaki Bogor Memaksa Pemimpin Kota Mendengar Suara Rakyat

Jalan Kaki Menuju Dialog: Ketika Komunitas Pejalan Kaki Bogor Memaksa Pemimpin Kota Mendengar Suara Rakyat

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 4 minutes read
Ketika Komunitas Pejalan Kaki Bogor Memaksa Pemimpin Kota Mendengar Suara Rakyat
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Bogor – Di tengah maraknya fenomena pemimpin daerah yang kerap “menghilang” saat warga berdemonstrasi, Kota Bogor menyajikan narasi alternatif yang menginspirasi. Wali Kota Dedie A Rachim, yang seringkali mengelak pertemuan dengan alasan agenda lain, akhirnya membuka pintu dialog berkat pendekatan kreatif dari komunitas Bogor Leumpunk Club’s (BLC). Kelompok ini, dengan semangat berjalan kaki sebagai bentuk aktivisme, berhasil mengubah konfrontasi menjadi kolaborasi, menyoroti potensi komunikasi humanis dalam tata kelola kota yang demokratis.

Fenomena pemimpin yang absen dari aspirasi rakyat bukan hal baru di Indonesia. Alasan klasik seperti “ada acara lain” sering menjadi tameng, meninggalkan warga frustrasi tanpa saluran ekspresi yang efektif. Kasus terbaru terjadi pada 22 Januari 2026, ketika ratusan pengemudi angkutan kota (angkot) memadati Balai Kota Bogor untuk memprotes larangan operasional kendaraan berusia di atas 20 tahun. Area itu berubah menjadi terminal dadakan, tapi Dedie tak tampak batang hidungnya, memperkuat citra pemimpin yang sulit dijangkau.

Namun, BLC menawarkan pendekatan berbeda. Komunitas yang baru berdiri setahun ini, dengan jargon “Sehat, Berguna, atau Mati”, telah menggelar sepuluh sesi eksplorasi kota melalui jalan kaki. Aktivitas mereka bukan sekadar olahraga, melainkan observasi mendalam atas kondisi infrastruktur urban. Dengan beramai-ramai menyusuri jalanan, mereka mendokumentasikan masalah seperti trotoar yang rusak, fasilitas publik tak layak, dan penyalahgunaan ruang pejalan kaki—semuanya disampaikan tanpa kekerasan, tapi dengan keteguhan.

Perjalanan BLC menuju pertemuan dengan pemimpin kota tak mulus. Pada 1 Februari 2026, ratusan anggota mereka mendatangi Balai Kota, menyampaikan orasi di halaman terbuka. Tuntutan utama: penyediaan fasilitas pejalan kaki yang aman, perbaikan infrastruktur berdasarkan riset, bukan asal gusur, dan sikap pemerintah yang lebih terbuka terhadap kritik. Mereka diterima oleh Sekretaris Kota Denny Mulyadi dalam suasana lesehan yang akrab, di mana aspirasi tertulis diserahkan. BLC tak segan menyentil slogan “Bogor Beres” milik pemerintah kota, yang menurut mereka masih jauh dari kenyataan.

Hasilnya mengejutkan: pemerintah kota justru mengajak BLC berpartisipasi dalam perbaikan kota. Laporan Denny tampaknya memengaruhi Dedie, yang kemudian bersedia bertemu pada 16 Februari 2026. Pertemuan ini dihadiri lengkap oleh Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin, Denny, dan jajaran Forkopimda, serta aparatur dari enam kecamatan. Para pegiat BLC berkumpul di Lapangan Sempur sebelum bergerak bersama ke Balai Kota. Meski disebut “diskusi terbuka” oleh pemerintah, BLC menamakannya “Bersua-Ra: Paksa Bicara”, dengan ajakan kepada warga untuk hadir tepat waktu, bawa makanan dan minuman reusable, siapkan pertanyaan, dan aktif bersuara—semuanya tanpa barang ilegal.

Baca juga : Jaringan Bayangan di Balik Tambang: Bagaimana Tiga Korporasi Diduga Jadi Pintu Masuk Gratifikasi untuk Eks Bupati

Di Ruang Tamu Paseban Sri Baduga, kursi disingkirkan untuk lesehan santai, lengkap dengan penganan. Diskusi menyentuh isu strategis: jalan berlubang, parkir liar, pengelolaan sampah, dan penambahan halte transportasi umum. Dedie mengapresiasi masukan BLC, menyatakan bahwa harapan masyarakat tinggi dan perlu komunikasi yang lebih baik. Ia menjelaskan pembagian kewenangan jalan—provinsi, nasional, dan kota—serta upaya Pemkot: tiga surat permohonan ke pusat, perbaikan 90 persen dari 32 jalan kota yang rusak, sistem zona parkir untuk optimalisasi pendapatan daerah, program Waste to Energy melalui lelang PSEL, penambahan bank sampah menjadi 170 unit plus 30 TPS3R, dan rencana ekspansi halte Biskita.

Dedie memerintahkan jajarannya untuk responsif terhadap aspirasi warga, menekankan bahwa BLC adalah “teman baik” yang memberikan kontribusi. Jenal menambahkan konteks: tahun pertama kepemimpinan penuh dinamika, dengan anggaran warisan yang harus disesuaikan. Program 2026 mencakup beasiswa prasejahtera, bedah rumah dengan dana lebih besar, dan Sekolah Rakyat. Ia menyerukan respons cepat dan informasi akurat, mencerminkan niat mengabdi sejak kontestasi pilkada.

#logorinews

Pendekatan BLC ini mengajarkan pelajaran berharga: demonstrasi tak selalu harus konfrontatif. Dengan berjalan kaki sebagai metafor perjuangan lambat tapi pasti, mereka menjadi “anjing penjaga” yang mengawasi kinerja pemerintah, sambil membangun sinergi. Ini kontras tajam dengan kasus angkot, di mana absennya pemimpin memperburuk ketidakpercayaan. Di era demokrasi, kunci adalah membuka pintu dialog langsung, menghindari citra kota yang lebih nyaman di masa lalu kolonial. Komunikasi terbuka bukan hanya slogan, tapi fondasi untuk kota yang benar-benar “beres”—dimana warga dan pemimpin bahu membahu mewujudkan aspirasi bersama.

Pewarta : Mukhlis

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Jaringan Bayangan di Balik Tambang: Bagaimana Tiga Korporasi Diduga Jadi Pintu Masuk Gratifikasi untuk Eks Bupati
Next: Keresahan Masyarakat Padangsidimpuan: Vakum Sekda Definitif Ancam Stabilitas Birokrasi Lokal

Related Stories

Modus Terselubung Pungli di Demak

Modus Terselubung Pungli di Demak: Pengusaha Kafe Digetarkan Lewat Perantara Oknum Satpol PP

Jurnalis RI News Portal Posted on 41 menit ago 0
Harmonisasi Multikultural Kontemporer

Harmonisasi Multikultural Kontemporer: Rekonsiliasi 25 Perguruan Silat Menuju Sentralisasi Prestasi IPSI Wonogiri

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 jam ago 0
Membaca Amarah Blora

Amarah Masyarakat Blora: Ketika Pohon Pisang Menggantikan Janji Infrastruktur Provinsi

Jurnalis RI News Portal Posted on 11 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

https://www.youtube.com/watch?v=X7Aa1TOc-kg
https://www.youtube.com/watch?v=MlTY2wD2xLE
https://www.youtube.com/watch?v=OfpIru4xEJc
https://www.youtube.com/watch?v=z8g5sRd6P1I
https://www.youtube.com/watch?v=-AYUn868fZk

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Prabowo Tegaskan Keberanian Hadapi Perlawanan Kelompok Ilegal demi Transformasi Ekonomi Berbasis Pancasila
  • Pancasila sebagai Jangkar Perdamaian di Tengah Gejolak Global: Korem 072/Pamungkas Peringati Hari Lahir Pancasila 2026
  • Modus Terselubung Pungli di Demak: Pengusaha Kafe Digetarkan Lewat Perantara Oknum Satpol PP
  • Menakar Seruan Wapres Gibran atas Relevansi Nilai Buddha dalam Arsitektur Kebangsaan
  • Harmoni Merah Putih di Gedung Pancasila: Menilik Semiotika Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.