RI News. Washington DC – Dalam pidato yang penuh optimisme di hadapan para pemimpin bisnis Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto secara tegas mengajak perusahaan-perusahaan besar negeri Paman Sam untuk memperdalam investasi dan kemitraan di Indonesia. Acara Business Summit yang berlangsung di gedung Kamar Dagang Amerika Serikat (US Chamber of Commerce) pada Rabu sore waktu setempat menjadi panggung utama penyampaian visi ekonomi pemerintahan saat ini.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari US Chamber of Commerce (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), serta US-Indonesia Society (USINDO), serta delegasi Indonesia yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Turut hadir sejumlah menteri kunci, petinggi badan usaha milik negara, serta tokoh-tokoh pengusaha nasional seperti Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, bersama Chairman Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson.
Dalam pemaparan selama sekitar 45 menit, Presiden Prabowo menyoroti stabilitas yang berhasil dijaga pemerintah di berbagai sektor. Ia menekankan upaya berkelanjutan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih bersih, memperkuat penegakan hukum, serta memberantas korupsi dan praktik kartel yang selama ini menghambat iklim usaha.

“Kami terbuka lebar bagi investasi. Kami membutuhkan lebih banyak investasi, dan kami yakin Indonesia kompetitif serta atraktif,” ujar Presiden Prabowo di depan para eksekutif ternama Amerika Serikat. Ia menambahkan bahwa negara ini memiliki cadangan mineral melimpah yang krusial bagi produksi teknologi baru, termasuk mineral tanah jarang (rare earth) yang menjadi bahan baku utama industri baterai, elektronik canggih, dan transisi energi hijau.
Presiden juga menjelaskan program prioritas pemerintah, khususnya 18 proyek hilirisasi strategis yang sedang digenjot untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Langkah ini, menurutnya, membuka peluang kolaborasi luas di sektor energi, pertambangan, dan industri berbasis teknologi tinggi.
Ia menyinggung pula rencana penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) yang segera terealisasi, sebagai bukti komitmen kedua negara untuk menciptakan hubungan ekonomi yang lebih seimbang dan saling menguntungkan. “Saya telah bertemu dengan banyak pemimpin perusahaan AS dalam waktu singkat di sini. Saya merasa sangat optimistis. Kami ingin perusahaan-perusahaan Amerika menjadi mitra strategis jangka panjang,” katanya.
Baca juga : Bom di Utara Lingkar Arktik: Bodo/Glimt Hancurkan Inter Milan 3-1 di Leg Pertama Playoff Liga Champions
Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah Indonesia—dari generasi ke generasi—untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi investor. “Kami selalu berusaha melindungi investor, menciptakan iklim yang kondusif, dan melanjutkan tradisi itu dengan lebih baik,” tuturnya.
Pidato ditutup dengan ajakan sederhana namun tegas: “Jadi silakan datang ke Indonesia, terima kasih.”
Pertemuan ini menjadi agenda pembuka kunjungan Presiden Prabowo ke Washington DC, yang diharapkan membuka babak baru dalam hubungan ekonomi Indonesia-Amerika Serikat. Dengan fondasi stabilitas politik-ekonomi yang semakin kokoh dan sumber daya alam yang strategis, Indonesia diposisikan sebagai destinasi investasi menjanjikan di tengah dinamika geopolitik dan transisi energi global.
Pewarta : Albertus Parikesit

