RI News. Aspmyra Stadium, Bodø, Norwegia – Dalam malam yang dingin membeku di utara Lingkar Arktik, tim underdog FK Bodø/Glimt menorehkan sejarah baru dengan mengalahkan raksasa Italia Inter Milan 3-1 pada leg pertama babak playoff 16 besar UEFA Champions League 2025/26, Kamis dini hari WIB (18 Februari 2026).
Pertandingan yang berlangsung di stadion berkapasitas terbatas ini menjadi bukti bahwa sepak bola Eropa tak lagi didominasi nama-nama besar. Bodø/Glimt, yang sebelumnya telah mengejutkan dengan mengalahkan tim-tim elite seperti Manchester City dan Atletico Madrid di fase grup, kembali menunjukkan ketangguhan mereka di hadapan Inter yang datang sebagai runner-up musim sebelumnya.
Inter Milan memulai laga dengan dominasi penguasaan bola dan tekanan awal. Henrikh Mkhitaryan nyaris membuka keunggulan, namun sepakannya masih melambung di atas mistar. Respons tuan rumah datang melalui sundulan Odin Bjortuft dari sepak pojok Jens Petter Hauge, meski belum berbuah gol.

Pada menit ke-21, Bodø/Glimt memecah kebuntuan. Umpan akurat Hauge disambar Sondre Brunstad Fet dengan sempurna, mengejutkan kiper Yann Sommer dan mengubah skor menjadi 1-0.
Inter tak tinggal diam. Matteo Darmian hampir menyamakan kedudukan lewat tendangan voli yang hanya membentur tiang gawang. Gol penyeimbang akhirnya lahir pada menit ke-30 melalui aksi Francesco Pio Esposito. Umpan silang Nicolò Barella memicu kemelut di kotak penalti, dan Esposito dengan tendangan voli memanfaatkan bola liar untuk membuat kedudukan 1-1 hingga turun minum.
Babak kedua menjadi milik Bodø/Glimt yang tampil lebih klinis. Setelah Kasper Høgh gagal memanfaatkan peluang dari sudut sempit, tuan rumah kembali memimpin pada menit ke-61. Hauge melepaskan tendangan keras dari sisi kiri kotak penalti yang tak mampu dihalau Sommer, skor 2-1.
Hanya tiga menit berselang, petaka bagi Inter bertambah. Ole Blomberg lolos dari jebakan offside dan mengirim umpan matang kepada Høgh, yang dengan mudah menyontek bola ke gawang kosong. Skor menjadi 3-1, dan keunggulan dua gol ini memberi Bodø/Glimt posisi sangat menguntungkan menuju leg kedua.
Inter berupaya bangkit di sisa waktu, namun serangan mereka mandul di bawah tekanan pertahanan tuan rumah yang solid. Peluit akhir berbunyi tanpa gol tambahan bagi Nerazzurri.
Kekalahan ini menempatkan Inter dalam posisi sulit. Mereka harus menang dengan margin lebih dari dua gol pada leg kedua di Giuseppe Meazza, Milan, tanggal 25 Februari mendatang, untuk membalikkan keadaan dan lolos ke babak 16 besar. Sementara itu, Bodø/Glimt hanya perlu menghindari kekalahan dengan selisih lebih dari satu gol untuk mencatatkan kejutan terbesar musim ini.
Susunan pemain:
Bodø/Glimt: Haikin; Sjovold, Bjortuft, Gundersen, Bjorkan; Evjen, Berg, Brunstad Fet; Blomberg, Hogh, Hauge.
Inter Milan: Sommer; Akanji, Acerbi, Bastoni; Darmian, Sucic, Barella, Mkhitaryan, Carlos Augusto; Pio Esposito, Lautaro Martinez.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan pernyataan kuat dari sepak bola Norwegia bahwa di era modern ini, determinasi dan strategi bisa mengalahkan kekuatan finansial dan nama besar. Aspmyra Stadium malam itu menjadi saksi bisu bagaimana mimpi besar bisa lahir dari kota kecil di ujung dunia.
Pewarta : Vie

