RI News. Yogyakarta – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M., memimpin langsung sesi pengarahan jam komandan di Lapangan Apel Makorem, Jl. Reksobayan No. 4, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Rabu (18/2/2026).
Dalam arahannya yang disampaikan secara tegas namun penuh kehangatan, Brigjen Bambang Sujarwo menyampaikan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian utama organisasi TNI Angkatan Darat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satu poin krusial yang diungkap adalah rencana pembentukan Kodam baru khusus untuk wilayah DIY pada tahun 2026 mendatang.
Kodam yang direncanakan tersebut akan menjadi komando daerah militer mandiri yang membawahi dua Korem tipe B, mencakup seluruh Provinsi DIY serta sebagian wilayah eks Karesidenan Kedu. Langkah ini, menurut Danrem, bukan sekadar perubahan administratif, melainkan upaya substantif untuk memperkokoh sistem pertahanan wilayah, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman, serta mempertajam efektivitas pembinaan teritorial di tengah dinamika keamanan nasional yang semakin kompleks.

“Pembentukan Kodam baru ini merupakan bagian dari transformasi TNI AD yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pertahanan wilayah. DIY sebagai daerah istimewa dengan nilai historis dan strategis tinggi membutuhkan struktur yang lebih kuat dan responsif,” ujar Brigjen Bambang Sujarwo.
Selain isu organisasi, Danrem juga menyampaikan informasi resmi terkait penetapan awal pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Ia mengingatkan seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Korem untuk menyikapi keputusan pemerintah tersebut dengan sikap dewasa, santun, serta penuh toleransi antarumat beragama.
Di tengah semangat menyambut bulan suci, Brigjen Bambang kembali menekankan pentingnya menjaga disiplin dan integritas. Ia mengingatkan agar tidak ada satupun anggota yang terlibat dalam pelanggaran, baik yang bersifat disiplin maupun hukum. Secara khusus, ia menyoroti kewajiban zakat mal bagi prajurit dan PNS yang telah memenuhi nisab dan haul.
“Zakat bukan hanya rukun Islam, tetapi juga bentuk nyata kepedulian sosial. Sebagai prajurit TNI yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat, menunaikan zakat adalah wujud pengabdian yang selaras dengan jati diri kita,” tegasnya.
Kegiatan jam komandan ini dihadiri secara penuh oleh para Kepala Seksi Korem, para Komandan/Kepala Satuan Disiplin Jajaran Korem 072/Pamungkas, serta seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Markas Korem.
Dengan pengarahan ini, Korem 072/Pamungkas menunjukkan komitmen ganda: siap menyongsong transformasi organisasi pertahanan sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat Yogyakarta yang multikultural.
Pewarta: Lee Anno

