RI News. Semarang – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026—ditandai sebagai awal Tahun Kuda Api yang melambangkan semangat, keberanian, dan energi dinamis—Polda Jawa Tengah menggelar pengamanan intensif melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Inisiatif ini mencerminkan komitmen aparat keamanan dalam menjaga stabilitas sosial di tengah lonjakan mobilitas masyarakat yang memanfaatkan libur panjang cuti bersama dan libur nasional.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa operasi pengamanan berlangsung selama empat hari, tepatnya dari 14 hingga 17 Februari 2026. Pendekatan ini tidak sekadar rutinitas, melainkan upaya proaktif untuk memastikan setiap warga—baik yang sedang melaksanakan ritual keagamaan maupun yang menikmati waktu luang—dapat beraktivitas tanpa rasa was-was.
“Patroli presisi kami lakukan secara masif, didukung pelayanan publik langsung di lapangan, serta pengawalan ketat di titik-titik vital,” ujar Kombes Pol Artanto dalam keterangan resminya di Mapolda Jateng, Selasa (17/2/2026). Sasaran prioritas meliputi kelenteng, vihara, dan pusat peribadatan Tionghoa lainnya, disamping kawasan wisata populer, mal-mal besar, serta pusat keramaian yang diprediksi dipadati pengunjung selama periode libur.

Keberhasilan pengamanan ini ditopang oleh sinergi lintas satuan fungsi kepolisian, mulai dari Samapta Bhayangkara, Pamobvit, Satlantas, Binmas, Intelkam, hingga Reskrim. Pendekatan terbuka—melalui kehadiran personel seragam—dikombinasikan dengan patroli tertutup untuk mendeteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Di Kota Semarang sebagai pusat kegiatan, ratusan personel Polrestabes Semarang bersama Polsek jajaran mengerahkan pengawalan berkelanjutan dari pagi hingga malam, khususnya pada jam-jam puncak keramaian.
Tak hanya fokus pada aspek kamtibmas, Polda Jateng juga menyiagakan tim tanggap bencana yang melibatkan personel Sat Brimob, Ditsamapta, dan Bid Dokkes. Langkah antisipatif ini diambil mengingat peningkatan curah hujan di berbagai wilayah provinsi, yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir atau longsor.
Baca juga : Indonesia Menegaskan Komitmen Kuat terhadap Perdamaian Palestina di Tengah Dinamika Multilateral Baru
“Kehadiran kami di lapangan bukan hanya untuk mencegah gangguan, tetapi juga untuk membangun kepercayaan bahwa Polri hadir melindungi setiap lapisan masyarakat tanpa pandang suku, agama, atau latar belakang,” tegas Kombes Pol Artanto.
Dengan pengamanan terpadu ini, diharapkan rangkaian perayaan Imlek 2026 di Jawa Tengah dapat berlangsung khidmat, aman, dan kondusif. Langkah tersebut sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman budaya, menjadikan momen pergantian tahun ini sebagai simbol persatuan dan toleransi yang semakin kokoh di wilayah tersebut.
Pewarta: Nandang Bramantyo

