RI News Portal. Wonogiri – Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan sistem pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif yang terintegrasi. Program ini melibatkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), fasilitas kesehatan tingkat pertama (seperti puskesmas), serta BPJS Kesehatan. Tujuannya adalah memelihara kesehatan peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis, sehingga mereka dapat mencapai kualitas hidup optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.
Di Puskesmas Jatisrono 2, program Prolanis diselenggarakan melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Program ini bertujuan mendorong peserta penderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Penyakit kronis yang menjadi fokus utama adalah diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi, serta penyakit kronis lainnya sesuai indikasi medis.
Kepala Puskesmas Jatisrono 2, Agus Sulistiyono, SKM, menjelaskan bahwa Prolanis merupakan kelanjutan dari kegiatan skrining kesehatan. “Jika hasil skrining riwayat kesehatan menunjukkan adanya faktor risiko diabetes melitus tipe 2 atau hipertensi, peserta dapat bergabung dalam Prolanis. Bagi mereka yang sudah terdiagnosis menderita penyakit kronis tersebut, juga dipersilakan untuk ikut serta. Kegiatan Prolanis meliputi berbagai aktivitas, antara lain konsultasi medis secara rutin,” ujar Agus.

Evi Wulansari, AMK, selaku Penanggung Jawab (PJ) Prolanis di Puskesmas Jatisrono 2, menambahkan bahwa pihaknya juga rutin melakukan home visit atau kunjungan ke rumah peserta. “Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan informasi dan edukasi kesehatan kepada peserta Prolanis beserta keluarganya, terutama bagi mereka yang sudah tidak dapat hadir sesuai jadwal layanan di puskesmas. Saat ini, terdapat 44 orang penderita penyakit kronis yang aktif mengikuti program Prolanis di Puskesmas Jatisrono 2. Kegiatan rutin ini dilaksanakan setiap satu bulan sekali,” kata Evi.
Salah seorang anggota Prolanis, Siti Nuryanah, menyampaikan bahwa di Puskesmas Jatisrono 2, rutinitas penyuluhan, konsultasi, serta penanganan penyakit kronis lainnya berlangsung setiap bulan sekali. “Jadwal pertemuan rutin Prolanis biasanya dilaksanakan pada pagi hari dan diikuti oleh 44 orang peserta,” ungkapnya.
Sementara itu, Wahyu, seorang penderita diabetes asal Kelurahan Pelem, Kecamatan Jatisrono, merasa sangat terbantu dengan adanya layanan ini. “Saya menderita diabetes sejak tahun 2021. Layanan Prolanis sangat memudahkan saya, terutama karena setiap bulan ada petugas dari Prodia yang melakukan pelayanan pemeriksaan di Puskesmas Jatisrono 2 sejak tahun lalu,” imbuh Wahyu.
Dengan program Prolanis ini, Puskesmas Jatisrono 2 terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi peserta JKN penderita penyakit kronis, demi mencegah komplikasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Nandar Suyadi

