RI News Portal. Wonogiri – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di sektor transportasi umum kembali digencarkan di Kabupaten Wonogiri. Sebanyak 47 calon pengemudi bus PO Agramas menjalani pemeriksaan urine secara ketat dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Kamis (12/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, dilaksanakan di aula pool perusahaan otobus tersebut. Proses pengujian melibatkan personel dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) Polres Wonogiri, dengan pendampingan langsung dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres setempat.
Sebelum pengambilan sampel urine, para peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai bahaya narkoba, terutama dampaknya terhadap kemampuan mengemudi. Pengemudi angkutan umum, yang setiap hari mengangkut puluhan bahkan ratusan penumpang, diingatkan bahwa satu kesalahan akibat pengaruh zat terlarang dapat berakibat fatal bagi keselamatan jiwa orang banyak.

Pengujian dilakukan secara transparan dan langsung di tempat menggunakan alat tes standar untuk mendeteksi narkotika serta psikotropika. Hasilnya, seluruh sampel dari 47 calon pengemudi menyatakan negatif, tanpa ditemukan jejak zat adiktif apa pun.
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, menekankan pentingnya langkah proaktif ini. “Tes urine bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen kami untuk menjaga keamanan transportasi publik. Pengemudi yang sehat dan bebas narkoba adalah kunci utama mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang disebabkan faktor manusia,” ujarnya.
Baca juga : Makan Siang Lesehan Bersama Polisi: Saat Petugas PJR Ubah Tilang Jadi Keakraban di Rest Area KM 275
Turut menyaksikan jalannya kegiatan tersebut perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri Anton Haryono, S.SIT, kepala seksi Dokkes Polres, anggota Satresnarkoba, serta staf manajemen PO Agramas. Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan sinergi yang semakin erat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman dan bertanggung jawab.
Polres Wonogiri menyatakan akan terus mengintensifkan program serupa, tidak hanya di perusahaan otobus, tetapi juga pada profesi lain yang memiliki risiko tinggi terkait keselamatan masyarakat. Langkah preventif ini diharapkan menjadi standar baru dalam rekrutmen tenaga kerja sektor pelayanan publik di wilayah tersebut.
Pewarta: Nandang Bramantyo

