RI News Portal. Tegal, 7 Februari 2026 – Pagi hari di Pantai Alam Indah (PAI) dipenuhi semangat kebersamaan ketika ratusan peserta dari berbagai kalangan berkumpul untuk mengikuti Apel dan Aksi Bersih Pantai yang digelar Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dipimpin langsung Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, kegiatan ini tidak hanya membersihkan sampah pesisir, tetapi juga menjadi simbol nyata upaya membangun kesadaran kolektif terhadap ancaman degradasi lingkungan laut di tingkat lokal.
Dimulai pukul 07.00 WIB, apel dihadiri jajaran perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, komunitas peduli lingkungan, relawan, serta warga umum. Kolaborasi lintas sektor ini melibatkan Kodim 0712/Tegal, Polres Tegal, dan berbagai kelompok aktivis, menunjukkan pendekatan sinergis yang semakin penting dalam penanganan isu lingkungan pesisir yang kompleks.
Dengan motto “Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi”, aksi ini menekankan tanggung जवab bersama dalam menjaga kebersihan pantai. Setelah apel, peserta secara serentak menyisir area timur PAI – kawasan yang selama ini menjadi ikon wisata Kota Tegal – untuk mengumpulkan sampah yang sebagian besar berasal dari aktivitas manusia dan limpasan sungai.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Yon Supriyono menegaskan bahwa inisiatif semacam ini harus berkembang menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar agenda tahunan. “Pantai bukan hanya aset wisata, tetapi penyangga ekosistem dan ekonomi daerah. Tanpa kesadaran bersama, upaya pemerintah akan sia-sia,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan pengakuan bahwa tekanan antropogenik terhadap pesisir memerlukan respons yang melampaui tindakan seremonial.
Kepala DLH Kota Tegal, Yuli Prasetiya, menambahkan bahwa aksi bersih pantai merupakan bagian dari program rutin untuk memperkuat edukasi lingkungan dan kolaborasi multipihak. Ia menyoroti perlunya pendekatan terencana dan konsisten dalam mengatasi masalah sampah pesisir, yang sering kali menjadi indikator kesehatan ekosistem laut secara keseluruhan.
Respons positif datang dari kalangan aktivis. Daryanto, Ketua DPN Aktivis Lingkungan Hidupan Bravo Mawar Hijau Tegal, menilai kegiatan ini efektif sebagai sarana edukasi generasi muda. “Melibatkan semua elemen masyarakat secara langsung akan menciptakan efek domino kesadaran yang berkelanjutan,” katanya.
Partisipasi warga lokal juga menjadi catatan penting. Rendy, warga Kelurahan Mintaragen, menyatakan rasa bangga ikut serta. “Kebersihan pantai ini langsung berdampak pada kehidupan kami sehari-hari. Melihat pak Wali Kota turun langsung memberikan motivasi ekstra untuk menjaga lingkungan setiap hari,” ungkapnya.
Inisiatif ini memperkuat posisi Kota Tegal sebagai daerah yang proaktif dalam isu pelestarian pesisir, sekaligus menjadi contoh bagaimana kepemimpinan lokal dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat. Dengan terus menggelorakan gerakan kolektif, harapannya PAI dan kawasan pesisir lainnya dapat tetap menjadi ruang publik yang bersih, sehat, dan mendukung kesejahteraan generasi mendatang.
Pewarta: Ikhwanudin

