RI News Portal. Selogiri, Wonogiri – Dalam sebuah perhelatan keagamaan yang sarat makna spiritual dan sosial, Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah di Kalikatir, Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, menggelar Pengajian Akbar sekaligus Tasyakkur Khotmil Qur’an ke-31 serta Dzikrul Khaul Auliya’ Wal Masyayikh pada Selasa, 7 Februari 2026. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini berjalan aman, tertib, dan lancar, dengan dukungan pengamanan penuh dari aparat kepolisian setempat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi keimanan bagi para santri dan warga sekitar, tetapi juga mencerminkan harmoni antara institusi negara dan komunitas keagamaan dalam membangun masyarakat yang religius dan kondusif. Kehadiran ratusan santri, wali murid, tokoh agama, serta tokoh masyarakat menunjukkan betapa kuatnya ikatan sosial yang terjalin di wilayah pedesaan Wonogiri.
Turut serta dalam acara ini adalah sejumlah pejabat tinggi, antara lain Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri Drs. Hariyadi, S.Ag. Unsur TNI-Polri juga hadir sebagai simbol sinergi lintas institusi. Penceramah utama, Dr. K.H. Muktasumbillah S.Q., M.Pdi. dari Yogyakarta, menyampaikan tausiyah yang menginspirasi, menekankan nilai-nilai akhlak mulia dan persatuan umat.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M. diwakili oleh Kasat Resnarkoba AKP S. Mulyanto yang hadir sepanjang rangkaian acara. Kehadiran ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembinaan moral masyarakat. Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., yang juga mewakili Kapolres, menegaskan bahwa partisipasi aktif aparat kepolisian bertujuan mempererat hubungan dengan ulama dan masyarakat.
“Pengajian Akbar seperti ini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat yang religius dan berakhlak mulia. Sinergi antara Polri, ulama, dan masyarakat menjadi fondasi utama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap kondusif,” ungkap AKP Anom Prabowo.
Pendekatan pengamanan yang diterapkan bersifat humanis, memastikan kelancaran acara tanpa mengganggu aktivitas warga sekitar. Rangkaian kegiatan dimulai dengan prosesi Khotmil Qur’an, pembukaan resmi, Mahallul Qiyam, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari berbagai pihak, tausiyah utama, doa penutup, hingga acara selesai dalam suasana khidmat.
Melalui kegiatan semacam ini, Polres Wonogiri berharap tradisi keagamaan dapat terus berlanjut sebagai sarana memperkuat persatuan, meningkatkan keimanan, serta menjaga kerukunan antarwarga. Inisiatif ini sekaligus menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara aparatur keamanan dan komunitas pesantren dapat berkontribusi pada stabilitas sosial di tingkat lokal.
Pewarta: Nandang Bramantyo

