RI News Portal. Melawi – Kamis (5/2/2026), halaman SD Negeri 6 Nanga Pinoh berubah menjadi arena latihan yang penuh semangat. Ratusan siswa berbaris rapi dengan seragam putih merah, mata berbinar mengikuti arahan petugas kepolisian yang datang khusus untuk membimbing mereka dalam kegiatan Pembinaan Polisi Cilik (Pocil).
Berbeda dari hari-hari biasa yang dipenuhi suara belajar di kelas, pagi itu dipenuhi teriakan komando ringan, tawa ceria, dan gerakan serentak yang mencerminkan kedisiplinan awal. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Aiptu Jepriyadi selaku Pelaksana Tugas Kanit Kamsel Satlantas Polres Melawi, didampingi Aiptu Supar’am dari Satbinmas, serta Bripda Satrio Hadi Pamungkas dari Unit Kamsel Satlantas.
Dengan pendekatan sabar dan komunikatif, ketiga petugas tersebut membimbing anak-anak memahami materi inti: penguatan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dasar serta pengenalan gerakan pengaturan lalu lintas. Siswa diajak mempraktikkan sikap sempurna, penghormatan, hingga simulasi mengatur arus kendaraan—semuanya diperagakan secara langsung di lapangan sekolah.

Aiptu Jepriyadi menjelaskan, program Polisi Cilik bukan sekadar latihan fisik, melainkan upaya strategis menanamkan nilai-nilai fundamental sejak usia dini. “Kami ingin membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang tertib, bertanggung jawab, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Para siswa terlihat sangat antusias. Mereka berebut kesempatan mempraktikkan gerakan “berhenti” dan “jalan” menggunakan tangan seperti petugas lalu lintas sungguhan. Suasana riang namun terjaga disiplin membuat pesan-pesan tentang aturan lalu lintas mudah terserap tanpa terasa seperti pelajaran formal.
Baca juga : Kepala Kantor Pajak Banjarmasin Terjerat Suap Rp1,5 Miliar demi Percepat Restitusi Pajak Perusahaan Sawit
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini. Menurut pengelola sekolah, pembinaan semacam ini tidak hanya memperluas wawasan siswa tentang keselamatan berkendara, tetapi juga melatih kepercayaan diri, kerja sama tim, dan rasa hormat terhadap aturan. Pendekatan ramah yang diterapkan petugas membuat anak-anak lebih terbuka menerima nilai-nilai positif tersebut.
Kegiatan Polisi Cilik di SD Negeri 6 Nanga Pinoh menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi antara institusi pendidikan dan kepolisian dalam membangun generasi muda yang sadar hukum dan disiplin. Di tengah tantangan lalu lintas di wilayah pedesaan hingga perkotaan, pembentukan karakter sejak dini diyakini menjadi fondasi penting bagi terciptanya budaya tertib berlalu lintas di masa depan.
Pewarta: Lisa Susanti

