RI News Portal. Yogyakarta, 31 Januari 2026 – Fenomena kenakalan remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin mengkhawatirkan masyarakat. Dari aksi kejahatan jalanan yang kerap viral di media sosial, tindak kekerasan antar kelompok, hingga maraknya judi online, berbagai bentuk perilaku menyimpang terus mengancam masa depan generasi muda. Data empiris menunjukkan tren peningkatan kasus kejahatan jalanan—sering disebut “klitih”—dari tahun ke tahun, dengan mayoritas pelaku berusia di bawah 20 tahun dan masih berstatus pelajar. Fenomena ini tidak hanya meresahkan warga, tetapi juga menjauhkan citra kota pendidikan sebagai tempat yang aman dan kondusif.
Ironisnya, generasi muda yang seharusnya menjadi penerus bangsa dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 justru terjebak dalam lingkaran negatif. Pengaruh lingkungan sosial, tekanan teman sebaya, serta paparan konten destruktif di media sosial menjadi faktor pemicu utama. Banyak remaja terpapar ajakan tawuran, konsumsi minuman keras, narkoba, hingga perjudian daring yang menjanjikan keuntungan instan namun berujung kerugian besar.
Di tengah keprihatinan ini, M. Asruri Faishal Alam—yang akrab disapa Faishal—sebagai Ketua Umum Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) DIY menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini bukan tanggung jawab satu pihak saja. “Ini adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, pemerintah, keluarga, pendidikan, dan stakeholder terkait,” ujarnya saat ditemui awak media di sela-sela Seminar Nasional di Auditorium Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (30/1/2026).

Seminar bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045” ini digelar sebagai ruang dialog konstruktif. Acara yang berkolaborasi dengan Kapasgama (Keluarga Alumni Pascasarjana UGM) tersebut dibuka oleh Prof. Ir. Siti Malkhamah, Dekan Sekolah Pascasarjana UGM. Hadir sebagai narasumber antara lain Ahmad Syauqi Soeratno (Anggota DPD RI), Dr. Ismai Suwardi Wekke (Sekretaris Senat STEBI Al-Mukhsin), Ruly Artha (GM Bandara YIA), dan Ambar Purwoko (Wakil Bupati Kulon Progo). Turut hadir Dr. Khamim Zarkasih Putro selaku Ketua Kapasgama, dengan total sekitar 300 peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, komunitas pemuda, organisasi kepemudaan, serta relawan sosial.
Faishal menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membangun wadah pertukaran gagasan guna memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan. “Kami ingin mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan infrastruktur daerah, sehingga mereka terhindar dari perilaku negatif dan menyimpang,” katanya. Keberagaman latar belakang peserta diharapkan memperkaya perspektif diskusi dan melahirkan kolaborasi inklusif serta berkelanjutan.
Lebih lanjut, Faishal menyoroti pengaruh negatif lingkungan dan media sosial sebagai akar masalah. “Melalui momentum seminar ini, generasi muda diajak bergerak positif, berkegiatan yang berdampak, dan mengembangkan kreativitas dalam kerangka pembangunan nasional,” tambahnya. Ia menyerukan ajakan bersama: “Mari kita rawat generasi muda, kembangkan potensi mereka, agar benar-benar berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.”
Pewarta: Lee Anno

