RI News Portal. Semarang – Kabar gembira bagi penggemar mecha anime legendaris: Netflix dikabarkan resmi bergabung sebagai distributor global untuk proyek film live-action Gundam yang diproduksi Legendary Entertainment. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya membawa salah satu waralaba paling berpengaruh dalam sejarah animasi Jepang ke format aksi langsung layar lebar, dengan harapan menjangkau audiens yang lebih luas di seluruh dunia.
Menurut laporan eksklusif dari sumber industri terpercaya pada akhir Januari 2026, film ini akan dibintangi dua aktor muda papan atas, Sydney Sweeney dan Noah Centineo, yang diharapkan membawa dinamika segar ke dalam cerita. Sutradara sekaligus penulis naskah, Jim Mickle—dikenal lewat serial pasca-apokaliptik Sweet Tooth—dipercaya mengarahkan proyek ini. Mickle juga terlibat sebagai produser melalui perusahaan Nightshade miliknya bersama Linda Moran.
Kolaborasi pengembangan film dilakukan antara Legendary Entertainment dan Bandai Namco Filmworks, pemegang hak cipta Gundam. Noah Centineo turut berperan sebagai produser eksekutif bersama Enzo Marc, menunjukkan komitmen mendalam dari para talenta di balik layar. Hingga kini, plot cerita masih dirahasiakan ketat oleh pihak produksi, meninggalkan ruang spekulasi bagi penggemar tentang bagaimana elemen ikonik seperti pertempuran mobile suits akan diadaptasi ke layar lebar.

Proyek ini menandai adaptasi layar lebar live-action pertama dalam semesta Gundam, berbeda dari upaya sebelumnya yang terbatas pada film televisi seperti G-Saviour (1999) di Jepang. Sebelumnya, Legendary telah mengumumkan pengembangan film ini bersama Netflix pada 2021, namun mengalami perubahan kru kreatif—termasuk kepergian sutradara awal—sebelum akhirnya menemukan arah baru dengan tim saat ini.
Gundam, yang pertama kali hadir melalui serial Mobile Suit Gundam karya Yoshiyuki Tomino pada 1979, telah menjadi fenomena global selama hampir lima dekade. Berlatar era Universal Century—masa depan di mana umat manusia menjajah angkasa dan terlibat konflik bersenjata antara Bumi serta koloni luar angkasa—waralaba ini mempopulerkan subgenre mecha dengan robot raksasa sebagai simbol perang dan politik. Puluhan serial, film animasi, serta lini merchandise yang menghasilkan pendapatan ratusan juta dolar setiap tahunnya membuktikan daya tahan dan pengaruhnya.
Kehadiran Netflix sebagai distributor dianggap sebagai strategi cerdas untuk memperluas aksesibilitas Gundam ke pasar internasional, terutama di kalangan penonton non-Asia yang mungkin baru mengenal genre ini. Dengan pendekatan yang lebih grounded dan berfokus pada elemen thriller perang—seperti yang ditunjukkan oleh pengalaman Mickle—proyek ini berpotensi menawarkan interpretasi segar yang bisa memuaskan penggemar lama sekaligus menarik generasi baru.
Meski detail produksi seperti jadwal rilis dan lokasi syuting masih menunggu pengumuman resmi, langkah ini semakin memperkuat tren adaptasi anime ke live-action yang kian marak. Bagi komunitas Gundam, harapan kini tertuju pada bagaimana tim kreatif ini mampu menghidupkan kembali esensi perjuangan, teknologi, dan humanisme yang telah membuat waralaba ini abadi.
Pewarta : Vie

