RI News Portal. Bogor – Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa pengelolaan kekayaan alam secara mandiri dan bertanggung jawab merupakan prioritas strategis untuk mempertahankan kedaulatan nasional. Menurutnya, daya tarik sumber daya alam Indonesia telah menjadi pemicu intervensi asing sejak berabad-abad lalu, yang pada akhirnya berujung pada penjajahan panjang.
“Sejak tahun 1602, kekuatan Eropa datang ke wilayah kita karena menyadari potensi kekayaan alam yang melimpah,” ujar Sjafrie dalam pengarahan kepada peserta Retreat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kementerian Pertahanan, Kabupaten Bogor, Sabtu (31/1/2026).
Ia menguraikan bagaimana eksploitasi kolonial selama ratusan tahun telah menghambat kemajuan bangsa, dengan sumber daya diekstraksi secara masif tanpa manfaat berarti bagi rakyat setempat. Pola serupa, kata Sjafrie, masih berlanjut hingga kini melalui berbagai bentuk, mulai dari praktik ilegal hingga kolaborasi yang merugikan kepentingan nasional.

“Penguatan pengawasan dan penegakan kedaulatan atas kekayaan alam menjadi kunci utama. Potensi ini harus benar-benar diarahkan untuk kesejahteraan rakyat dan kepentingan bangsa secara keseluruhan,” tegasnya.
Sjafrie lebih lanjut menyoroti ancaman kontemporer terhadap kedaulatan ekonomi. Ia menyebut adanya pelaku usaha yang beroperasi secara legal di permukaan, namun secara substansial menghindari kewajiban yang seharusnya mendukung kedaulatan ekonomi nasional.
“Saat ini kita menghadapi ancaman kedaulatan ekonomi. Ada pelaku-pelaku yang tampil legal, tetapi tindakannya justru merugikan dan melemahkan fondasi ekonomi kita,” ungkap Menhan.
Pernyataan ini disampaikan dalam konteks retreat yang digelar untuk memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan insan pers, di mana Sjafrie menekankan peran strategis media dalam mengawal pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan.
Baca juga : Tragedi Sunyi di Kebun Durian: Pria 33 Tahun Asal Pesisir Selatan Ditemukan Tergantung di Tanah Datar
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang turut hadir menambahkan dimensi kolaborasi lintas elemen bangsa. Ia menilai Indonesia tidak akan mampu maju tanpa keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat, termasuk para jurnalis.
“Indonesia tidak akan bisa melangkah maju tanpa kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk insan pers. Wartawan merupakan pilar penting demokrasi,” kata Amran.
Ia mengajak media untuk terus menghasilkan pemberitaan yang edukatif, berimbang, serta konstruktif guna mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berorientasi pada kedaulatan pangan serta ekonomi secara luas.
Acara retreat ini menjadi momentum bagi insan pers untuk merefleksikan peran mereka dalam menjaga ketahanan informasi dan memperkuat narasi kebangsaan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Pewarta : Albertus Parikesit

