RI News Portal. Cilacap – Suasana duka menyelimuti permukiman padat di Kelurahan Gunung Simping, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, setelah penemuan jasad seorang balita perempuan berusia 4 tahun yang sempat hilang sehari sebelumnya. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Jumat pagi, 30 Januari 2026, sekitar pukul 06.00 WIB.
Penemuan tragis ini terjadi di area belakang sebuah rumah kontrakan yang dihuni seorang pria berusia sekitar 25 tahun. Jasad kecil itu terbungkus kantung plastik hitam dan dimasukkan ke dalam karung goni, kemudian disembunyikan di pojok kamar mandi dekat septic tank, di antara tumpukan barang bekas seperti lembaran seng, potongan kayu, serta pecahan asbes. Lokasi tersebut hanya berjarak puluhan meter dari rumah korban, sehingga menambah kengerian bagi warga sekitar yang sebelumnya ikut mencari.
Menurut kesaksian warga bernama Dadang, yang kebetulan dimintai keterangan sebagai saksi oleh petugas, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) berlangsung sejak pagi hari. “Saya sempat melihat langsung saat bungkusan dibuka. Sungguh menyayat hati,” ujarnya dengan nada berat.

Kronologi kehilangan korban bermula pada Kamis, 29 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Bocah perempuan itu diketahui pamit kepada kakeknya untuk membeli es dan melanjutkan bermain di sekitar lingkungan rumah. Saat itu, korban memang kerap terlihat bermain di dekat rumah tetangga, termasuk membeli jajanan dari lingkungan sekitar. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang terpantau warga pada hari tersebut.
Upaya pencarian langsung digelar keluarga dan warga hingga larut malam. Pengumuman melalui pengeras suara masjid pun digaungkan berulang kali, namun hingga malam hari korban belum juga ditemukan. Baru keesokan paginya, seorang warga yang curiga dengan keberadaan karung tak biasa di belakang rumah kontrakan tetangga memeriksanya, dan langsung menemukan kenyataan pahit tersebut.
Pihak kepolisian segera mengamankan seorang pria yang mendiami rumah kontrakan tersebut untuk menjalani pemeriksaan intensif. Informasi awal menyebutkan pria tersebut diserahkan oleh keluarganya kepada aparat, meski detailnya masih didalami lebih lanjut. Petugas juga telah memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti dari TKP, serta menanti hasil autopsi dan pemeriksaan forensik untuk mengungkap penyebab kematian, motif, serta rangkaian peristiwa secara lengkap.
“Kami terus bekerja secara profesional dan transparan. Semua fakta akan kami telusuri hingga tuntas demi keadilan bagi korban dan keluarganya,” tegas pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat.
Jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat guna proses autopsi sebagai bagian dari penyidikan. Kasus ini kembali menjadi pengingat getir bagi masyarakat tentang pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak, terutama di lingkungan permukiman yang padat dan rawan interaksi dengan orang dewasa di sekitar.
Peristiwa tragis ini meninggalkan luka mendalam bagi komunitas setempat, sekaligus menegaskan bahwa kewaspadaan kolektif terhadap keselamatan anak harus terus ditingkatkan di tengah kehidupan sehari-hari yang tampak biasa saja.
Pewarta: Ikhwanudin

