RI News Portal. Brebes – Di tengah curah hujan yang masih tinggi di wilayah selatan Kabupaten Brebes, pemerintah daerah terus menggelorakan upaya penanganan banjir yang melanda Kecamatan Bumiayu sejak akhir Januari lalu. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah penambahan satu unit alat berat guna mempercepat normalisasi Sungai Keruh, penguatan tanggul, serta mitigasi risiko banjir lanjutan.
Langkah ini disampaikan langsung oleh Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE, yang akrab disapa Mba Mitha, saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak di Desa Adisana dan Desa Dukuhturi, Kamis sore (29/1/2026). Bupati menegaskan bahwa penanganan banjir menjadi prioritas utama untuk menjaga keselamatan warga dan mengurangi kerugian material yang lebih besar.
“Kami menambah satu unit alat berat agar proses penanganan dan antisipasi di Bumiayu lebih cepat dan efektif. Curah hujan masih tinggi, potensi banjir susulan tetap ada, sehingga langkah pencegahan harus terus diperkuat,” ujar Bupati.

Penambahan alat berat tersebut akan difokuskan pada pengerukan sedimentasi sungai yang selama ini menjadi penyebab utama luapan air saat hujan deras. Sedimentasi yang menumpuk mengurangi kapasitas tampung sungai, sehingga normalisasi alur air menjadi kunci utama untuk mengembalikan aliran secara lancar. Selain itu, penguatan tanggul dan pembukaan saluran air di titik-titik rawan juga dilakukan secara intensif.
Sebelumnya, pemerintah daerah telah mengerahkan beberapa unit alat berat di lokasi rawan. Dengan tambahan ini, diharapkan pekerjaan di lapangan dapat berjalan lebih optimal, sehingga dampak banjir dapat segera dikendalikan.
Banjir yang dipicu luapan Sungai Keruh akibat hujan ekstrem pada 23 Januari 2026 lalu menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa desa. Di Dukuh Kalker, Desa Dukuhturi, banjir mengakibatkan tiga rumah hanyut, tiga rumah rusak berat, serta tiga rumah lainnya dalam kondisi terancam. Puluhan warga terdampak dan sebagian mengungsi ke tempat aman.
Baca juga : Emak-Emak Lereng Slamet Bangkit: “Emak Bergerak” Suarakan Jeritan Alam yang Rusak
Melihat kondisi tersebut, Bupati meminta seluruh pihak terkait untuk bergerak cepat dalam penanganan darurat, termasuk penyediaan logistik, tempat pengungsian, dan rencana rehabilitasi pascabencana. “Kami ingin warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak, mulai dari keselamatan, kebutuhan dasar, hingga pemulihan jangka panjang,” tegasnya.
Penanganan banjir ini melibatkan koordinasi lintas sektor yang erat, termasuk Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDAPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim), serta unsur TNI, pemerintah kecamatan, dan desa. Peninjauan lapangan turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi II Hj. Shintya Sandra Kusuma, S.Hub.Int., M.A.B., Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf. Sapto Broto, S.E., M.Si., serta sejumlah kepala dinas dan perwakilan terkait.

Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan komitmen sinergi dalam menghadapi bencana alam yang kerap melanda wilayah selatan Brebes, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
Pemerintah Kabupaten Brebes mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, meningkatkan kesiapsiagaan, serta segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya. Pemantauan cuaca dan kondisi lapangan akan terus dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Pewarta: Ikhwanudin

