RI News Portal. Wonogiri – Di tengah hamparan pegunungan hijau dan sawah terasering yang membentang luas, sebuah transformasi menakjubkan terjadi di Dusun Salam, Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Apa yang awalnya hanya sebuah kolam pemancingan ikan sederhana milik pasangan Hartono dan Sri Purwanti, kini telah berkembang menjadi destinasi agrowisata yang memikat hati, bernama Agrowisata Joglo Kembar. Dibuka secara resmi pada tahun 2022, tempat ini menawarkan perpaduan harmonis antara warisan arsitektur tradisional Jawa dan keindahan alam pedesaan yang autentik.
Inti dari daya tarik Joglo Kembar terletak pada dua bangunan rumah joglo khas yang berdiri berjajar, menjadi latar belakang sempurna bagi panorama sawah berundak dan pegunungan yang seolah menghipnotis setiap pengunjung. Dengan luas lahan sekitar 3.000 meter persegi, destinasi ini tidak hanya menyuguhkan keindahan visual, tetapi juga pengalaman interaktif yang ramah keluarga dan ekonomis.

Awalnya berfokus pada budidaya lele dan pemancingan, Hartono dan Sri Purwanti melihat potensi lebih besar dari antusiasme pengunjung yang terus meningkat. Mereka pun mengembangkan fasilitas, termasuk kolam renang untuk anak dan dewasa dengan pemandangan langsung ke sawah hijau dan gunung-gemunung. Wahana permainan seperti bianglala, helikopter, serta bebek air yang bisa dinikmati oleh segala usia, menambah keseruan. Tak ketinggalan, kolam pemancingan tetap dipertahankan, dilengkapi jembatan kayu, spot foto yang instagramable, serta gazebo-gazebo untuk bersantai menikmati angin sepoi pedesaan.
Yang membuat Joglo Kembar unik adalah elemen agrowisatanya: pengunjung dapat langsung memetik sayuran segar seperti kol atau terong dari kebun, tergantung musim. “Kedepannya, kami berencana mengembangkan wahana arung jeram dengan memanfaatkan aliran air dari pegunungan, serta area camping ground yang lebih luas,” ungkap Hartono baru-baru ini.
Baca juga : Akhir Penantian Panjang: Jalan Sipiongot Segera Dibangun, Buka Isolasi Wilayah Tertinggal Sumut
Destinasi ini juga mendukung acara budaya berkat arsitektur joglo yang otentik, sambil menyediakan resto dengan menu makanan dan minuman lokal yang disajikan di area makan terbuka menghadap persawahan. Fasilitas pendukung seperti musala, toilet, dan lahan parkir memastikan kenyamanan. Saat ini, Joglo Kembar dibuka pada akhir pekan dan hari libur, saat ramai dikunjungi keluarga, rombongan sekolah, hingga wisatawan dari Sukoharjo, Ponorogo, dan Sragen.
Sri Purwanti menambahkan, pada musim libur panjang, tempat ini pernah menerima puluhan rombongan dari sekolah dasar dan taman kanak-kanak, serta kelompok komunitas. Untuk mendukung ekonomi lokal, warga sekitar sering diundang berjualan produk tradisional di area wisata. Berjarak hanya sekitar 7 kilometer dari pusat kecamatan Slogohimo, Joglo Kembar mudah diakses dan menjadi bukti bagaimana inisiatif masyarakat dapat menciptakan destinasi berkelanjutan yang memperkaya pariwisata Wonogiri.
Transformasi ini tidak hanya menghidupkan kembali nilai budaya joglo, tetapi juga memberdayakan komunitas lokal melalui wisata yang inklusif dan terjangkau.
Pewarta : Nandar Suyadi

