Skip to content
25/08/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Memanas di Tepi Jurang: Pilihan Fiskal Berani Pemerintah untuk Menghindari ‘Deja Vu 1998

Memanas di Tepi Jurang: Pilihan Fiskal Berani Pemerintah untuk Menghindari ‘Deja Vu 1998

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 bulan ago 3 minutes read
Memanas di Tepi Jurang
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta – Dalam sebuah pidato yang mengungkapkan filosofi kebijakan fiskal yang tidak biasa, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pemerintah dengan sengaja mendorong defisit anggaran mendekati batas maksimal hukum. Tujuannya tegas: membangun “benteng fiskal” untuk mencegah terulangnya trauma krisis ekonomi 1997-1998 di tengah ancaman resesi global.

Berbicara dalam Indonesia Fiscal Forum 2026, Purbaya menyatakan keputusan untuk memperlebar defisit bukan langkah mudah, namun suatu keniscayaan strategis. “Dari sisi pemerintah, belanja, dan yang lain-lain saya memastikan semuanya itu membalikkan ekonomi. Jadi dampaknya fiskal juga defisitnya melebar. Tapi itu suatu langkah yang perlu dilakukan. Kalau enggak, kita kayak (krisis ekonomi) 1998 lagi,” tegasnya.

Data sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2025 menguatkan pernyataan tersebut. Defisit tercatat sebesar Rp695,1 triliun, atau setara 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini tidak hanya melebar dari target awal 2,53%, tetapi juga nyaris menyentuh pagu maksimal 3% yang diamanatkan undang-undang. Sementara itu, untuk 2026, target defisit ditetapkan lebih rendah pada 2,68% PDB, mengisyaratkan rencana pengetatan bertahap.

Purbaya mengakui bahwa secara teknis, pemerintah sebenarnya mampu menahan defisit pada kisaran 2%. Namun, opsi itu dianggapnya sebagai resep yang keliru dalam situasi terkini. “Kalau kita perlambat fiskal, (ekonomi) makin jatuh. Kita naikin pajak, makin jatuh,” ujarnya. Sebagai gantinya, ia memilih kebijakan counter-cyclical yang agresif, dengan meningkatkan belanja pemerintah melalui program bantuan sosial dan insentif perpajakan untuk mendorong permintaan domestik.

“Selama ini saya enggak pernah naikin tarif pajak, bea cukai. Tapi saya memastikan (strategi) yang ada diambil dan kita coba,” jelas Purbaya. “Itu cost yang harus kita bayar untuk membalikkan arah ekonomi. Tapi yang penting kan fiscal sustainability-nya kita jaga terus.”

Kebijakan “berjalan di tepi jurang” ini menuai kritik dari sejumlah ekonom dan pengawas anggaran yang mengkhawatirkan risiko keberlanjutan fiskal jangka panjang serta beban utang. Mereka mempertanyakan efektivitas stimulus jika tidak diimbangi dengan perbaikan fundamental dan efisiensi belanja.

Baca juga : Realisasi Anggaran Maksimal, Layanan Hukum Optimal: Kanwil Kemenkum Bali Raih Predikat Terbaik Nasional

Analisis dari beberapa pakar ekonomi makro menunjukkan bahwa langkah pemerintah ini mencerminkan pembelajaran pahit dari krisis 1998, di mana kombinasi nilai tukar kaku, defisit transaksi berjalan, dan ketergantungan modal asing berujung pada kehancuran. Dengan memprioritaskan stimulus fiskal domestik meski berisiko, pemerintah berupaya menjadi “shock absorber” utama bagi perekonomian, mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal yang fluktuatif.

Pertanyaan besar kini bergulir: apakah kebijakan defensif dengan mendekati batas maksimal defisit ini akan berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan tanpa mengorbankan stabilitas fiskal di masa depan? Jawabannya tidak hanya menentukan arah pemulihan ekonomi, tetapi juga menjadi ujian berat bagi paradigma pengelolaan keuangan negara di era ketidakpastian global. Purbaya dan timnya tampaknya memilih untuk mengambil risiko fiskal hari ini, dengan harapan membayar harga yang lebih kecil dibandingkan dengan bencana ekonomi yang pernah melanda negeri ini lebih dari dua dekade silam.

Pewarta : Albertus Parikesit

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Realisasi Anggaran Maksimal, Layanan Hukum Optimal: Kanwil Kemenkum Bali Raih Predikat Terbaik Nasional
Next: Di Balik Angka 2,92%: Mendagri Buka Strategi “Perang” Inflasi di Meja Makan Rakyat

Related Stories

Dinamika Suksesi Kepemimpinan Daerah

Dinamika Suksesi Kepemimpinan Daerah: DPRD Klaten Resmikan Tahapan Krusial Pemilihan Wakil Bupati Sisa Masa Jabatan 2025–2030

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Ketegasan Nyata Sang Kepala Negara

Ketegasan Nyata Sang Kepala Negara: Izin Usaha Perusahaan Pembakar Hutan Ditindak Tanpa Kompromi

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Pendataan Intensif & Grace Period Kredit Dipastikan untuk Warga Gempa Manggarai Timur

Wapres Gibran: Pendataan Intensif & Grace Period Kredit Dipastikan untuk Warga Gempa Manggarai Timur

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
iklan
iklan
iklan
Iklan
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Paradigma Baru Pencegahan Karhutla: Penguatan Kapasitas Sosio-Edukologis dan Transformasi Operasional Polri
  • Dinamika Restrukturisasi Kelembagaan Polri: Rekonfigurasi Manajerial dan Rotasi Strategis Kepemimpinan di Wilayah Hukum Polres Wonogiri
  • Kegagalan Eksfiltrasi Kejahatan Lintas Wilayah: Sinergi Vigilansi Komunitas dan Efektivitas Respons Penegakan Hukum Terpadu
  • Menguji Asas Lex Specialis: Impunitas Kekuasaan dan Degradasi Hukum Adat dalam Polemik Pemberhentian Pejabat Finua Kaimer di Kota Tual
  • Eksistensi Koperasi Syariah dan Modal Sosial: Sinergi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Bertumpu pada Literasi Finansial Berkelanjutan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by