RI News Portal. Washington — Presiden Donald Trump mengungkapkan penggunaan senjata rahasia bernama “Discombobulator” yang menjadi kunci keberhasilan operasi penangkapan mantan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro pada awal Januari lalu. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara eksklusif yang menyoroti kombinasi teknologi canggih dan strategi militer dalam menghadapi ancaman regional.
Menurut Trump, perangkat tersebut—yang ia sebut sebagai senjata energi berdenyut—berhasil melumpuhkan seluruh sistem pertahanan dan peluncur roket milik pasukan loyalis Maduro. “Mereka menekan tombol, tapi tidak ada yang berfungsi. Roket-roket Rusia dan China mereka tak sempat lepas landas,” ujarnya dengan nada percaya diri. Ia juga mengaitkan kejadian itu dengan pemadaman listrik massal di Caracas selama operasi, meski detail teknisnya tetap dirahasiakan dengan alasan keamanan nasional.
Operasi tersebut menandai eskalasi signifikan dalam kebijakan luar negeri AS terhadap rezim yang dianggap mendukung perdagangan narkoba transnasional. Pasca-penangkapan Maduro, pasukan AS dilaporkan telah melancarkan puluhan serangan presisi terhadap kapal-kapal pengangkut narkoba di wilayah Karibia dan Pasifik timur, menewaskan lebih dari seratus orang yang diduga terlibat dalam jaringan perdagangan ilegal tersebut.

Trump menegaskan bahwa kampanye ini tidak akan berhenti di Amerika Selatan. Ia menyatakan kesiapan untuk memperluas target ke wilayah Amerika Utara, termasuk potensi aksi langsung terhadap basis kartel narkoba di Meksiko dan Amerika Tengah. “Kami tahu rute mereka, rumah mereka, segalanya. Serangan bisa terjadi di mana saja,” tegasnya. Ancaman ini memicu ketegangan diplomatik baru, terutama dengan pemerintah Meksiko yang terus mengekstradisi tersangka kartel sebagai respons atas tekanan dari Washington.
Di sisi lain, Trump juga menyebut kepemilikan medali Nobel Perdamaian yang diserahkan oleh pemimpin oposisi Venezuela María Corina Machado kepadanya baru-baru ini. Hadiah tersebut, yang diberikan atas perjuangan demokrasi di Venezuela, kini menjadi simbol dukungan lintas batas. “Masih saya pikirkan tempat terbaik untuk memajangnya di Oval Office,” katanya sambil menyinggung patung yang menjadi penyangga sementara medali itu.
Selain isu Amerika Latin, presiden juga menyentil negosiasi keamanan Arktik dengan NATO yang disebutnya akan mengamankan kepemilikan tanah bagi pangkalan militer AS. Meski demikian, pernyataan pihak Denmark dan Greenland menegaskan bahwa kedaulatan wilayah tersebut tidak dapat ditawar.
Dalam nada yang lebih ringan, Trump menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pilihan penampil di Super Bowl mendatang, menyebutnya sebagai keputusan yang kurang tepat dibandingkan pengalaman tahun sebelumnya.
Pengungkapan ini memperkuat narasi administrasi saat ini yang menggabungkan kekuatan militer, teknologi rahasia, dan diplomasi tegas dalam menangani isu narkoba dan stabilitas regional. Namun, para pengamat memperingatkan risiko eskalasi konflik lintas batas dan dampaknya terhadap hubungan bilateral di belahan bumi Barat.
Pewarta : Anjar Bramantyo

