RI News Portal. Davos – Momen hangat tercipta ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut Presiden Indonesia Prabowo Subianto dengan jabat tangan erat dan salam penuh penghormatan. Pertemuan itu berlangsung di sela-sela World Economic Forum (WEF) 2026, tepat setelah Indonesia secara resmi bergabung dalam Board of Peace (BoP), forum internasional yang dipimpin Trump untuk mendorong gencatan senjata berkelanjutan serta stabilitas di Gaza.
Acara penandatanganan piagam BoP pada Kamis, 22 Januari 2026, menjadi panggung utama bagi para pemimpin dunia yang berkomitmen pada upaya perdamaian. Trump, sebagai ketua forum tersebut, menyatakan bahwa kehadiran berbagai negara menandakan langkah penting menuju dunia yang lebih aman. “Semua orang di ruangan ini adalah bintang,” ujar Trump dalam sambutannya. “Ada alasan mengapa kalian di sini—kalian adalah orang-orang terbesar dan terpenting di dunia.” Ia menekankan bahwa inisiatif ini merupakan salah satu upaya perdamaian paling krusial dan berpotensi bersejarah, dengan fokus awal pada Gaza namun terbuka untuk menangani konflik global lainnya.

Presiden Prabowo, yang turut menandatangani piagam tersebut, menyampaikan optimisme tinggi terhadap prospek perdamaian di wilayah konflik. Dalam keterangan kepada wartawan di Davos, ia menyebut keikutsertaan Indonesia sebagai momentum bersejarah. “Saya kira ini kesempatan bersejarah, ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” katanya. Prabowo juga menyoroti perkembangan positif di lapangan, di mana penderitaan warga Gaza telah menurun signifikan berkat aliran bantuan kemanusiaan yang masif. “Yang jelas penderitaan rakyat Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu deras, begitu besar masuk,” tambahnya.
Lebih lanjut, Presiden Indonesia menegaskan kesiapan negara untuk berkontribusi aktif dalam BoP. “Saya sangat berharap dan Indonesia siap ikut serta,” ucap Prabowo. Ia menjelaskan bahwa forum ini bersifat inklusif, terbuka bagi siapa pun yang memiliki tujuan kemanusiaan dan ingin membantu rakyat Gaza serta Palestina. Keanggotaan Indonesia dalam BoP—bersama negara-negara lain dari berbagai kawasan—dilihat sebagai pengakuan atas peran aktif Jakarta dalam diplomasi perdamaian internasional, sekaligus upaya memastikan bantuan kemanusiaan sampai ke tujuan dengan efektif.
Baca juga : Danantara: Fondasi Baru Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang Indonesia
Trump sendiri menegaskan pentingnya kolaborasi para pemimpin global. “Saya pikir ini adalah sesuatu yang sangat penting yang kita lakukan. Ini yang terpenting,” katanya, seraya menegaskan bahwa BoP akan bekerja selaras dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan stabilitas regional.
Momen jabat tangan antara kedua presiden itu mencerminkan semangat dialog lintas negara di tengah tantangan geopolitik global, di mana BoP diharapkan menjadi katalisator bagi perdamaian yang berkelanjutan di Gaza dan sekitarnya.
Pewarta : Albertus Parikesit

