RI News Portal. Jakarta – Gelombang banjir kiriman dari Sungai Ciliwung dan Bendung Katulampa di Bogor kembali menerjang kawasan Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Ketinggian air mencapai puncak 130 sentimeter pada Jumat dini hari, 23 Januari 2026, menjadikan ini tahap kedua genangan signifikan dalam waktu singkat.
Camat Jatinegara Endang Kartika, yang memantau langsung di lokasi, menjelaskan bahwa banjir bermula sejak Kamis sore lalu. Air sempat surut sementara, namun naik kembali drastis sekitar pukul 02.00 WIB akibat peningkatan debit air dari hulu. “Ini banjir kiriman murni dari Ciliwung dan status Katulampa yang naik ke Siaga 3. Saat ini kondisi masih bertahan di level tersebut, meski di Kebon Pala air sudah mulai turun perlahan ke sekitar 125 cm,” ujar Endang di tengah pemukiman yang terendam.
Meskipun genangan masih mengganggu aktivitas sehari-hari, belum ada warga yang mengungsi ke posko pengungsian resmi yang disiapkan pemerintah setempat. Sebagian besar penduduk memilih bertahan di lantai dua rumah mereka, sementara lainnya mencari tempat aman di rumah kerabat. “Warga sudah terbiasa antisipasi. Mereka mempersiapkan diri dengan baik, sehingga untuk sementara belum diperlukan evakuasi massal,” tambah Endang.

Secara lebih luas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa banjir masih menggenangi 125 RT dan 14 ruas jalan di berbagai wilayah ibu kota pada Jumat pagi. Jumlah ini naik dari 106 RT pada dini hari, setelah sempat turun dari puncak 132 RT malam sebelumnya. Genangan tersebar di Jakarta Utara, Selatan, Barat, dan Timur, dengan ketinggian air di jalan-jalan mencapai 10–65 cm, yang berpotensi memperlambat mobilitas kendaraan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyatakan bahwa fluktuasi ini dipicu kombinasi curah hujan tinggi di wilayah Jakarta dan kiriman debit dari hulu Sungai Ciliwung. “Kami terus memantau perkembangan, terutama jika status Katulampa berubah. Petugas di lapangan siaga penuh untuk membantu warga yang membutuhkan,” katanya.
Baca juga : LPS Bertekad Pangkas Porsi Simpanan Berbunga Tinggi, Target Turun dari 33 Persen di Akhir 2025
Jajaran kecamatan setempat dan tim penanggulangan bencana tetap melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan, sambil mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi kenaikan air susulan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan infrastruktur berat di Kebon Pala, meski aktivitas ekonomi lokal terganggu signifikan akibat genangan yang bertahan lebih dari 12 jam.
Situasi ini menjadi pengingat berulang akan kerentanan Jakarta terhadap banjir kiriman, di mana koordinasi pengelolaan air dari hulu hingga hilir tetap menjadi kunci mitigasi jangka panjang.
Pewarta : Yogi Hilmawan

