RI News Portal. Tabanan – Rabu, 21 Januari 2026, banjir bandang melanda Banjar Ancak, Desa Kuwum, Bali, menyapu sebuah rumah hingga luluh lantak. Luapan air sungai yang mencapai ketinggian 1,5 meter tidak hanya menghancurkan struktur bangunan, tetapi juga menyeret seorang ibu beserta anaknya ke dalam pusaran arus yang ganas. Kejadian tragis ini memicu respons darurat yang cepat dari Unit Search and Rescue (SAR) Direktorat Samapta Kepolisian Daerah (Polda) Bali, yang segera menjadi tulang punggung operasi pencarian gabungan.
Personel berbaret cokelat ini, dikenal dengan kesiapsiagaan mereka dalam situasi kritis, langsung menerjang medan berat yang dipenuhi reruntuhan dan aliran sungai yang masih bergejolak. Dengan dedikasi tinggi, tim menyisir setiap inci puing-puing rumah korban dan menyusuri hilir sungai sejauh satu kilometer. Pendekatan taktis mereka melibatkan pembongkaran hambatan material seperti tumpukan sampah dan puing bangunan yang terbawa arus, memastikan tidak ada sudut yang terlewat dalam upaya menemukan petunjuk keberadaan korban.
Kondisi cuaca yang tidak menentu, ditambah dengan medan sungai yang sarat material pasca-runtuhnya senderan rumah, menambah kompleksitas operasi. Namun, keahlian khusus dalam penyelamatan air yang dimiliki unit ini memungkinkan mereka untuk beroperasi secara efisien dan terukur. Langkah-langkah ini tidak hanya mencerminkan profesionalisme tinggi, tetapi juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas instansi dalam penanganan bencana alam di wilayah rawan seperti Bali, di mana banjir sering kali dipicu oleh curah hujan ekstrem dan faktor lingkungan.

Sinergi antara Unit SAR Ditsamapta Polda Bali dengan tim gabungan lainnya telah menjadi sumber harapan bagi keluarga korban. Sang ayah dan anak sulung, yang selamat namun mengalami luka-luka, saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan. Di tengah ketidakpastian, komitmen tanpa lelah para personel di lapangan—yang terus menyisir area pencarian meskipun tantangan alam begitu besar—menggarisbawahi peran krusial kepolisian dalam mitigasi dampak bencana, tidak hanya sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai pelindung masyarakat.
Baca juga : Salam Perpisahan yang Mengharukan: Dedikasi Abadi AKP Sri Agung dalam Kenangan Wonogiri
Operasi ini juga mengingatkan pada urgensi peningkatan infrastruktur pencegahan banjir di daerah pedesaan Bali, di mana rumah-rumah sering kali berada di tepi sungai tanpa perlindungan memadai. Hingga kini, pencarian berlanjut dengan harapan menemukan korban dalam kondisi selamat, sementara masyarakat setempat diajak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman alam serupa. Dedikasi Unit SAR ini bukan hanya aksi heroik sementara, melainkan bukti nyata dari kesiapan institusi dalam menghadapi ketidakpastian iklim yang semakin ekstrem.
Pewarta : Kade NAL

