RI News Portal. Wonogiri, 22 Januari 2026 – Suasana duka mendalam menyelimuti Wonogiri kemarin, saat ratusan rekan sejawat dan keluarga melepas kepergian AKP Sri Agung, S.H., seorang perwira polisi yang dikenal sebagai teladan pengabdian. Prosesi persemayaman dan pemakaman yang digelar pada Rabu sore itu bukan sekadar ritual perpisahan, melainkan penghormatan mendalam atas warisan loyalitas dan ketenangan yang ia tinggalkan di institusi kepolisian.
Upacara dimulai sekitar pukul 14.30 waktu setempat di rumah duka Dusun Seneng, Desa Giriwono. Jenazah kemudian diantar menuju peristirahatan terakhir di pemakaman umum Astanalaya Gerdu, Kelurahan Giripurwo. Di tengah hembusan angin sore, dentuman salvo kehormatan dan irama musik korsik yang khidmat mengiringi langkah prosesi, menciptakan momen yang sarat emosi bagi semua yang hadir.
Para pimpinan kepolisian daerah, termasuk kepala resor setempat beserta wakilnya, pejabat kunci, anggota aktif dari berbagai unit, hingga pensiunan polisi, turut bergabung dengan keluarga almarhum. Mereka berdiri tegar, memberikan salam terakhir sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan karir AKP Sri Agung yang penuh dedikasi. Riwayat hidup singkatnya dibacakan selama upacara, menggambarkan sosok yang selalu tenang dalam menghadapi tantangan, bertanggung jawab penuh atas tugasnya, dan menunjukkan loyalitas tak tergoyahkan sebagai penegak hukum.

Dalam pidato singkatnya, kepala resor setempat menyatakan bahwa acara ini merupakan manifestasi dari nilai-nilai institusional yang menghargai setiap pengabdian. “Ini adalah bentuk penghormatan dan penghargaan atas dedikasi serta pengabdian almarhum selama bertugas. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga ia memperoleh tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” katanya, suaranya penuh haru.
AKP Sri Agung meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya, meninggalkan lubang besar tidak hanya di hati keluarga, tetapi juga di kalangan rekan kerja yang pernah berjuang bersamanya. Kepergiannya menjadi pengingat akan kerapuhan hidup di tengah tuntutan profesi yang sering kali menuntut pengorbanan pribadi. Namun, di balik duka itu, ada harapan bahwa semangatnya—keteladanan dalam menjalankan amanah—akan terus menginspirasi generasi penerus di bidang penegakan hukum.
Baca juga : Integritas Profesi Terancam: Bantahan Kolektif terhadap Tuduhan Mafia Kayu di Jalur Melawi-Sintang
Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar, dengan situasi yang tetap aman dan terkendali, mencerminkan disiplin yang menjadi ciri khas almarhum. Kisah AKP Sri Agung bukan hanya tentang akhir sebuah perjalanan, melainkan awal dari warisan yang abadi, mengajak kita semua merefleksikan arti pengabdian sejati di masyarakat.
Pewarta: Nandang Bramantyo

