RI News Portal. Wonogiri – Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat arus mudik Lebaran 1447 H/2026 M, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M. bersama Manager Pengamanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta melakukan inspeksi langsung terhadap jalur Kereta Api Perintis Bathara Kresna, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan pengecekan ini difokuskan pada upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta risiko kecelakaan lalu lintas, terutama di titik-titik perlintasan sebidang yang sering dilalui warga setempat. Jalur KA Bathara Kresna, yang menghubungkan Solo Purwosari hingga Wonogiri, menjadi salah satu moda transportasi alternatif penting bagi pemudik di wilayah tersebut.
AKBP Wahyu Sulistyo menekankan bahwa kolaborasi erat antara Polri dan PT KAI merupakan fondasi utama untuk menjamin rasa aman bagi seluruh pengguna jasa kereta api maupun masyarakat sekitar jalur rel. “Kami berkomitmen memastikan seluruh segmen jalur ini bebas dari potensi bahaya, sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan nyaman,” tuturnya.

Dalam inspeksi tersebut, turut serta Wakapolres Wonogiri Kompol Parwanto, S.H., M.H., sejumlah pejabat utama Polres Wonogiri, Manager Pengamanan PT KAI Daop 6 Yogyakarta Sardiyono, personel Polsuska, Kepala Stasiun KAI Wonogiri, serta anggota Polres setempat.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa jalur KA Bathara Kresna memiliki 17 titik perlintasan sebidang di wilayah Kabupaten Wonogiri. Kereta perintis ini berkapasitas 96 tempat duduk dengan maksimal 144 penumpang, melayani rute harian yang semakin diminati masyarakat sebagai opsi transportasi terjangkau dan ramah lingkungan.
Dari 17 titik tersebut, hanya sebagian yang telah dilengkapi fasilitas pengaman seperti palang pintu, speed bump, atau penjagaan petugas. Dua lokasi perlintasan tercatat sudah memiliki pengawasan: KM 30+5/6 di Simpang Alas Kethu yang dijaga Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri lengkap dengan palang pintu, serta KM 31+6/7 di Lingkungan Gerdu yang dijaga petugas KAI meski tanpa palang pintu. Empat titik lainnya telah dipasangi speed bump untuk mengendalikan kecepatan kendaraan.
Meski demikian, sejumlah perlintasan masih belum memiliki palang pintu, speed bump, maupun petugas pengaman. Kondisi ini menjadi perhatian khusus mengingat volume lalu lintas dan aktivitas warga diprediksi melonjak tajam menjelang puncak arus mudik.
Secara kondisi fisik jalur, inspeksi memastikan tidak ditemukan titik rawan bencana alam seperti banjir atau longsor sepanjang segmen rel di wilayah Wonogiri hingga perbatasan Sukoharjo. Hal ini menjadikan jalur tersebut relatif stabil dari perspektif geologis dan hidrologis.
Sebagai langkah konkret pasca-pengecekan, Polres Wonogiri dan PT KAI merekomendasikan pemasangan tambahan speed bump di dua titik perlintasan strategis serta penguatan pengamanan pada perlintasan tanpa palang pintu. Rekomendasi ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi risiko tabrakan dan menjaga stabilitas kamtibmas di sekitar jalur rel.
Dengan inisiatif ini, Polres Wonogiri kembali menegaskan dedikasinya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pengawalan dan pelayanan optimal guna mendukung kelancaran serta keselamatan transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Pewarta: Nandang Bramantyo

