RI News Portal. Wonogiri – Di lereng selatan Gunung Lawu yang hijau, dua desa di Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, kini tak lagi terpisah oleh derasnya aliran sungai. Jembatan Gantung Garuda yang baru saja rampung menjadi penghubung vital antara Desa Tambakmerang dan Desa Selorejo, mempersingkat jarak tempuh warga hingga empat kilometer yang sebelumnya harus ditempuh melalui jalan memutar.
Sebelum kehadiran infrastruktur ini, kehidupan sehari-hari masyarakat setempat penuh tantangan. Untuk mencapai lahan pertanian di seberang sungai, warga terpaksa turun ke aliran air, menyeberang dengan risiko tinggi terutama saat musim hujan tiba. Bahkan anak-anak sekolah harus melintasi sungai setiap hari untuk berangkat dan pulang belajar, sebuah rutinitas yang tak jarang menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua.
Kepala Desa Tambakmerang, Aris Wahyu Suryanto, menuturkan bahwa rencana pembangunan jembatan sebenarnya telah digagas sejak lama. Pemerintah desa merencanakan pembangunan pada 2027, dengan pembukaan lahan sudah dimulai awal 2025. Namun, tawaran kolaborasi dari Kodim 0728/Wonogiri bersama sukarelawan Vertical Rescue Indonesia mempercepat realisasi proyek tersebut secara signifikan.

“Alhamdulillah sekarang sudah jadi dan bisa dilewati,” ujar Aris saat dihubungi, Senin (19/1/2026). Jembatan gantung ini dibangun dengan struktur utama besi dan sling baja, dilengkapi lantai kayu yang kokoh. Dengan panjang 60 meter dan lebar 120 cm, fasilitas ini khusus diperuntukkan bagi pejalan kaki, menawarkan solusi aman dan efisien bagi mobilitas warga.
Pasiter Kodim 0728/Wonogiri, Kapten Inf Jumadi, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda mencerminkan komitmen TNI untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan tetapi juga percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan. “Inisiatif ini diharapkan meningkatkan aksesibilitas, memperlancar aktivitas harian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui kemudahan transportasi hasil pertanian dan mobilitas penduduk,” katanya.
Baca juga : Sinergi Polri dan Pemuda Ansor Perkuat Fondasi Keamanan Harmonis di Wonogiri
Keberhasilan proyek ini juga menegaskan semangat gotong royong antara aparatur desa, prajurit TNI, dan relawan sipil. Kolaborasi lintas sektor tersebut berhasil menyelesaikan pembangunan lebih awal dari jadwal semula, sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat di awal 2026.
Dengan terhubungnya kedua desa ini, harapan warga Girimarto kini semakin terbuka: akses lebih baik ke lahan pertanian, pendidikan yang lebih aman bagi generasi muda, serta potensi peningkatan kesejahteraan melalui arus barang dan jasa yang lebih lancar. Jembatan Gantung Garuda bukan sekadar konstruksi baja dan kayu, melainkan simbol kebersamaan yang membawa perubahan nyata bagi kehidupan pedesaan di Wonogiri.
Pewarta: Nandar Suyadi

