RI News Portal. Wonogiri – Kawasan Petilasan Dlepih Kahyangan di Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, kembali menjadi saksi bisu pelaksanaan ritual sakral yang jarang digelar. Pada Senin (19/1/2026), Upacara Hajad Dalem Labuhan Pengetan Tingalan Jumenengan Dalem Tahun Dal 1959/2026 Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat berlangsung dengan penuh kekhidmatan di lokasi bersejarah tersebut.
Ritual ini merupakan bagian integral dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kenaikan Takhta ke-38 Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tahun 2026. Berbeda dengan labuhan rutin tahunan yang tergolong Labuhan Alit, upacara di Dlepih Kahyangan termasuk dalam kategori Labuhan Ageng yang hanya dilaksanakan setiap sewindu atau delapan tahun sekali, tepat pada tahun Dal dalam siklus windu Jawa. Hal ini menjadikan momen tersebut sebagai peristiwa istimewa yang sarat makna historis dan spiritual, mengenang jejak pertapaan Panembahan Senopati—pendiri dinasti Mataram Islam—di perbukitan tersebut sebelum membangun kekuasaan kerajaan.
Rombongan utusan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat tiba sekitar pukul 10.50 WIB, dipimpin oleh KRT Sinduhadiningrat bersama KRT Wiroguno serta puluhan abdi dalem, dengan total sekitar 70 orang. Prosesi utama dimulai tepat pukul 11.00 WIB di Petilasan Watu Payung Dlepih Kahyangan, di mana rangkaian doa, penyembahan, dan pelabuhan ubarampe dilakukan secara tertib dan penuh penghayatan. Upacara selesai sekitar pukul 11.50 WIB, dan rombongan meninggalkan lokasi pada pukul 12.15 WIB.

Pengamanan keseluruhan kegiatan dilakukan secara terpadu oleh personel Polsek Tirtomoyo yang bersinergi dengan Koramil 07 Tirtomoyo, di bawah pengawasan langsung Kapolsek Tirtomoyo. Seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kasubag Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., menyatakan bahwa pengamanan ini mencerminkan komitmen institusi kepolisian dalam mendukung pelestarian warisan budaya dan tradisi adat yang mengakar kuat di masyarakat Jawa. “Kami memberikan pengamanan maksimal agar upacara dapat berlangsung khidmat dan aman. Ini wujud nyata dukungan terhadap nilai-nilai luhur budaya serta penghormatan terhadap situs-situs sakral yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Keraton Yogyakarta,” ujarnya.
Baca juga : Di Sela Tugas Rutin, Personil Polres Melawi Rutin Jemur Jagung demi Ketahanan Pangan
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara Polri, TNI, dan unsur masyarakat setempat sebagai kunci terciptanya situasi kondusif. “Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Kami mengapresiasi kerja sama semua pihak serta kedisiplinan peserta upacara dalam menjaga ketertiban,” tambah AKP Anom Prabowo.
Pelaksanaan Labuhan Ageng di Dlepih Kahyangan tidak hanya mempertahankan kesinambungan tradisi, tetapi juga mengingatkan akan keterkaitan mendalam antara Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan petilasan-petilasan bersejarah di wilayah Wonogiri. Situs ini, yang dikenal sebagai tempat bertapa Panembahan Senopati, terus menjadi simbol kearifan lokal dan spiritualitas Jawa yang lestari di tengah arus modernisasi.
Pewarta: Nandang Bramantyo

