RI News Portal. Kubu Raya, 18 Januari 2026 – Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sedang mengalami lonjakan minat terhadap olahraga lari yang signifikan, terutama di kalangan generasi muda. Fenomena ini mencerminkan perubahan pola hidup masyarakat dari aktivitas pasif menuju gaya hidup aktif yang lebih berorientasi pada kesehatan jasmani dan rohani.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Kubu Raya, Sujiwo, saat membuka acara GIGI RUN 2 yang digelar di halaman Kantor Bupati Kubu Raya pada Minggu, 18 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan diselenggarakan melalui kolaborasi antara PDGI Pengcab Pontianak dan Borneo Runners Club.
Sujiwo menekankan bahwa maraknya berbagai event lari di wilayahnya—seperti Melaju Run, Colour Run, PHR Run, Asiang Run, serta GIGI RUN—menjadi bukti nyata adanya transformasi budaya olahraga. “Perhelatan-perhelatan ini tidak sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang ekspresi kebanggaan bagi para pelari, khususnya generasi Z yang semakin menyadari nilai kesehatan,” ujarnya.

Menurut bupati, pergeseran ini patut diapresiasi karena sebelumnya banyak anak muda cenderung menghabiskan waktu pada kegiatan kurang produktif. Kini, olahraga lari menjadi medium efektif untuk membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kondisi fisik. Pemerintah daerah, lanjut Sujiwo, berkomitmen penuh mendukung inisiatif semacam ini dengan menyediakan fasilitas publik secara gratis dan memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.
GIGI RUN 2 sendiri tidak hanya berfokus pada lari sejauh 7,6 kilometer, tetapi juga mengintegrasikan layanan pemeriksaan gigi dan mulut gratis. Pendekatan ini mencerminkan visi holistik bahwa kesehatan jasmani dan rongga mulut saling berkaitan. Sujiwo menyampaikan rasa terima kasih atas pemilihan Kubu Raya sebagai tuan rumah edisi kedua dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk terus mendukung penyelenggaraan serupa di masa mendatang, termasuk penyediaan hadiah utama berupa sepeda motor pada edisi ketiga.
Baca juga : Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik
Dari sisi penyelenggara, acara ini berhasil menarik 1.836 peserta—melebihi target awal 1.500 orang—dari berbagai latar belakang, termasuk masyarakat umum, tenaga kesehatan, dokter gigi, dan pelajar. Pengurus PDGI, drg. Gagah Daru Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya organisasi yang telah berdiri sejak 1950 untuk mendekatkan profesi kedokteran gigi kepada masyarakat melalui pendekatan promotif dan edukatif.
“Kesehatan gigi dan mulut memiliki dampak langsung terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Melalui kombinasi olahraga dan edukasi seperti ini, kami berharap masyarakat semakin proaktif menjaga kesehatan preventif,” kata Gagah.
Acara berlangsung tertib dan meriah, menunjukkan sinergi yang produktif antara pemerintah daerah, organisasi profesi kesehatan, dan komunitas olahraga. Fenomena ini dapat dilihat sebagai model mikro bagi daerah lain di Indonesia dalam membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan, di mana olahraga tidak lagi dipandang sebagai aktivitas elit, melainkan sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pewarta : Salmi Fitri


Saya berharap agar dunia dapat lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan dan kelestarian alam.”