Skip to content
05/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Penundaan Penyaluran Bantuan Bencana di Subulussalam: Jurang antara Janji Pusat dan Realitas Lapangan

Penundaan Penyaluran Bantuan Bencana di Subulussalam: Jurang antara Janji Pusat dan Realitas Lapangan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Jurang antara Janji Pusat dan Realitas Lapangan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Subulussalam, Aceh 15 Januari 2026 – Lebih dari setahun setelah banjir bandang melanda Kota Subulussalam pada 2025, ribuan warga di tiga kecamatan terparah — Sultan Daulat, Rundeng, dan Longkip — masih menunggu bantuan tanggap darurat yang dijanjikan pemerintah pusat. Dana sebesar Rp4 miliar per kabupaten/kota serta Rp20 miliar per provinsi yang dialokasikan untuk masa panik dan rehabilitasi belum juga mengalir ke tangan masyarakat yang membutuhkan, meskipun Kementerian Keuangan telah mengumumkan pencairan penuh pada akhir Desember 2025.

Banjir tahun lalu meninggalkan luka mendalam. Di Kecamatan Sultan Daulat, sejumlah rumah warga hanyut terbawa arus hingga ke tepi jalan raya. Bantuan darurat awal berupa sembako — mie instan, minyak goreng, dan beras — yang diterima saat kejadian hanya cukup untuk beberapa hari. Sejak itu, banyak keluarga hidup dalam ketidakpastian.

Seorang ibu dari Kecamatan Longkip, yang meminta identitasnya dirahasiakan, berbicara dengan suara parau saat diwawancarai. “Saya punya beberapa anak kecil yang butuh makan dan tempat berteduh. Rumah kami hilang diterjang banjir. Kami hanya mendengar cerita tentang bantuan besar dari pusat, dari mulut ke mulut, tapi sampai sekarang tak ada yang datang,” katanya sambil menahan tangis.

Pernyataan resmi Kementerian Keuangan tertanggal 31 Desember 2025 menyebutkan bahwa seluruh dana bantuan telah dicairkan ke tiga provinsi terdampak — Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat — untuk 52 kabupaten/kota. Dana tersebut mencakup Rp4 miliar per kabupaten/kota dan Rp20 miliar per provinsi, ditambah dana darurat nasional Rp268 miliar yang sudah direalisasikan serta cadangan dana siap pakai Rp1,51 triliun. Tujuan utama adalah penanganan awal, pemeliharaan pelayanan publik, serta percepatan pemulihan sosial-ekonomi pasca-bencana.

Namun, realitas di Subulussalam menunjukkan sebaliknya. Plt. Kepala BAPPEDA Kota Subulussalam, A. Rajab, S.S.T.P., ketika dikonfirmasi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengirim surat kepada dinas-dinas terkait untuk mempercepat pengajuan penarikan dana. “Pengajuan memang terlambat disusun pada 2025, sehingga realisasi baru dapat dilakukan pada 2026 setelah APBK 2026 disahkan. Sayangnya, hingga kini APBK belum juga disahkan dalam rapat paripurna,” ujarnya.

Keterlambatan ini memunculkan pertanyaan mendasar di kalangan warga: apakah dana bantuan dari presiden dan transfer kementerian harus menunggu pengesahan anggaran daerah tahun berikutnya? Birokrasi yang berlapis menjadi penghalang utama antara dana yang telah dicairkan di tingkat pusat dan penyaluran hingga ke tingkat masyarakat.

Baca juga : Kota Tegal Luncurkan Gerakan “Caping Cinta” dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional

Kecurigaan pun bermunculan. Sebagian warga menduga ada pihak yang sengaja memperlambat proses atau bahkan berupaya mengalihkan dana untuk kepentingan lain. “Bantuan sudah ada di atas, tapi mengapa tidak sampai ke kami tepat waktu dan tepat sasaran?” tanya seorang warga Sultan Daulat. Meski belum ada bukti konkret, pertanyaan ini mencerminkan hilangnya kepercayaan terhadap mekanisme penyaluran bantuan.

Kasus Subulussalam bukanlah fenomena terisolasi, melainkan gambaran klasik dari tantangan tata kelola bantuan bencana di daerah-daerah terpencil. Sinkronisasi antara kebijakan pusat dan kapasitas administratif daerah sering kali menjadi titik lemah, terutama ketika proses anggaran tahunan menjadi prasyarat teknis. Tanpa percepatan prosedur khusus untuk situasi darurat, janji pemulihan pasca-bencana berisiko tetap menjadi wacana belaka.

Hingga berita ini ditulis, masyarakat Subulussalam masih menanti kejelasan. Mereka tidak hanya membutuhkan dana, tetapi juga jaminan bahwa bantuan akan sampai tanpa terhambat lagi oleh rantai birokrasi yang panjang.

Pewarta : Jaulim Saran

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kota Tegal Luncurkan Gerakan “Caping Cinta” dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional
Next: Sinergi Lintas Sektor di Wonogiri: Upaya Mitigasi Pohon Rawan Tumbang untuk Antisipasi Musim Hujan

Related Stories

Jembatan Way Sepagasan Diresmikan
2 min read

Jembatan Way Sepagasan Diresmikan: Akses Baru Dorong Ekonomi Petani di Pedalaman Lampung Barat

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 menit ago 0
Ancaman Pemangkasan Honor Aparatur Desa Menggantung di Subulussalam Jelang Pengesahan APBK 2026
2 min read

Ancaman Pemangkasan Honor Aparatur Desa Menggantung di Subulussalam Jelang Pengesahan APBK 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 menit ago 0
Wakil Bupati Lampung Barat Perkuat Dialog Sosial dan Responsif terhadap Aspirasi Keagamaan Masyarakat
2 min read

Safari Ramadhan di Belalau: Wakil Bupati Lampung Barat Perkuat Dialog Sosial dan Responsif terhadap Aspirasi Keagamaan Masyarakat

Jurnalis RI News Portal Posted on 41 menit ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Jembatan Way Sepagasan Diresmikan: Akses Baru Dorong Ekonomi Petani di Pedalaman Lampung Barat
  • Dua Batang Besi Pengaman Jembatan Melawi II Raib, Polisi Gerak Cepat Selidiki Dugaan Pencurian
  • Ancaman Pemangkasan Honor Aparatur Desa Menggantung di Subulussalam Jelang Pengesahan APBK 2026
  • Menko Polkam Djamari Chaniago Tinjau Langsung Kesiapan YIA Jelang Mudik Lebaran 2026, TNI AL Ikut Amankan Kedatangan
  • Tragedi Malam di Gunung Belah: Remaja 18 Tahun Tewas Diduga Tersengat Listrik Saat Beristirahat di Pinggir Jalan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.