RI News Portal. Wonogiri – Seorang pria berinisial AW (47), warga Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, ditemukan tak bernyawa di kamar indekosnya pada Jumat malam, 9 Januari 2026. Korban yang bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan pembiayaan kredit kendaraan di wilayah setempat diketahui belum pulang ke rumah hingga malam hari, padahal kebiasaannya selalu kembali pada sore hari.
Kejadian bermula sekitar pukul 21.48 WIB ketika seorang rekan kerja korban mendatangi indekos yang biasa digunakan AW untuk beristirahat siang. Pengecekan dilakukan setelah mendapat informasi bahwa korban tak kunjung pulang. Di dalam kamar, korban ditemukan terbaring telentang di atas kasur lantai dalam kondisi kamar terbuka dengan lampu menyala. Saat dipanggil dan dibangunkan, korban sudah tidak merespons sama sekali.
Laporan segera disampaikan ke Polsek Wonogiri Kota sekitar pukul 22.00 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Wonogiri Kota, Unit Identifikasi Polres Wonogiri, Pamapta Polres Wonogiri, serta Tim Kesehatan PMI Wonogiri langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan awal di lokasi dan pemeriksaan medis lanjutan di RSUD Wonogiri menyimpulkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban.

Hasil visum luar yang dilakukan tim medis RSUD Wonogiri semakin memperkuat temuan bahwa kematian korban tidak melibatkan unsur kriminal. Dari keterangan keluarga, diketahui bahwa beberapa waktu sebelum kejadian, AW sempat mengeluhkan kondisi badan kurang enak, yang dalam istilah sehari-hari sering disebut sebagai “masuk angin”. Keluhan semacam ini kerap dianggap ringan oleh masyarakat, namun dalam beberapa kasus dapat menjadi sinyal awal gangguan kesehatan serius, terutama pada usia produktif.
Setelah rangkaian pemeriksaan selesai, jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Kepolisian juga telah memperoleh pernyataan resmi dari pihak keluarga yang menerima proses dan hasil penanganan kasus ini.
Kapolsek Wonogiri Kota, Iptu Pradana, menegaskan bahwa petugas telah bekerja secara cepat dan prosedural sejak laporan pertama diterima. Beliau turut mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi kesehatan mendadak yang dialami orang di sekitar, serta segera melapor ke pihak berwenang bila menemukan situasi serupa.
Kasus ini kembali menarik perhatian terhadap pentingnya kesadaran kesehatan jantung pada kelompok usia menengah, di mana keluhan yang tampak sepele seperti badan tidak enak atau “masuk angin” terkadang menjadi tanda awal kondisi yang lebih berat. Masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan gejala tersebut dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan bila diperlukan, guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
Pewarta : Nandar Suyadi

