RI News Portal. Padang – Fenomena alam sinkhole atau lubang ambles tanah yang muncul mendadak di kawasan persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, sejak Minggu (4/1/2026), kini tidak hanya menarik perhatian dari sisi geologi, tetapi juga memicu gelombang keyakinan masyarakat tentang khasiat air yang menggenang di dalamnya.
Tim kajian cepat dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang dipimpin Taufik Wirabuana, secara tegas mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang mengaitkan air sinkhole tersebut dengan kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit.
“Kami memahami antusiasme masyarakat terhadap fenomena ini, namun kita harus menempatkan fakta ilmiah sebagai acuan utama. Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa air di lubang tersebut memiliki khasiat penyembuhan,” ujar Taufik Wirabuana saat berada di lokasi kajian, Sabtu (10/1/2026).

Menurutnya, fenomena sinkhole jenis cover-collapse seperti yang terjadi di daerah tersebut umum dijumpai di Indonesia, terutama di wilayah dengan litologi batuan karbonat atau endapan yang rentan terhadap proses pelarutan dan rongga bawah permukaan. Namun, karakteristik setiap kejadian bisa berbeda tergantung kondisi geologi lokal, sehingga tidak bisa digeneralisasi dengan kasus di wilayah lain seperti Pulau Jawa.
Tim Badan Geologi telah mengambil sejumlah sampel air dan tanah untuk analisis laboratorium lebih lanjut. Proses kajian ini masih berlangsung dan hasil komprehensif baru dapat disampaikan setelah semua data tervalidasi secara ilmiah. Pendekatan awal meliputi observasi langsung kondisi lubang yang berdiameter sekitar 10-20 meter dengan kedalaman signifikan, serta pemetaan faktor pemicu seperti perubahan muka air tanah pasca-musim kering dan aliran irigasi.
Taufik menambahkan bahwa meskipun lokasi kejadian berada di area sawah yang relatif aman dari ancaman langsung terhadap permukiman, fenomena serupa tetap berpotensi membahayakan jika terjadi di kawasan padat penduduk. “Sinkhole bisa muncul secara tiba-tiba dan mengancam keselamatan jika berada di lingkungan pemukiman. Untungnya di sini berada di lahan pertanian,” jelasnya.
Baca juga : Menko Pangan Tekankan Sinergi Wajib SPPG dengan UMKM Lokal, Ancam Evaluasi hingga Pencabutan Izin
Maraknya warga yang berdatangan untuk mengambil air dari lubang tersebut, bahkan menjadikannya semacam objek wisata dadakan, menjadi perhatian khusus tim kajian. Para ahli menekankan pentingnya sikap kritis terhadap informasi yang beredar di masyarakat, terutama klaim-klaim tanpa dasar yang dapat menyesatkan dan berisiko kesehatan.
Badan Geologi terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat serta merekomendasikan langkah mitigasi agar fenomena serupa dapat diantisipasi di masa mendatang. Masyarakat diminta untuk menunggu hasil kajian resmi sebelum membuat kesimpulan terkait manfaat atau risiko dari air sinkhole tersebut.
Pewarta : Mayang Sari

