RI News Portal. Wonogiri – Fenomena unik terjadi di panggung budaya Kabupaten Wonogiri ketika hukum dan seni suara bertemu dalam satu harmoni. Pada Kamis malam (8/1/2026), sebuah momentum artistik tercipta di Dukuh Tengklik, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, melalui peluncuran lagu perdana bertajuk “Lara Lapa Pengacara”. Lagu ini dibawakan langsung oleh Sugiyanto, S.H., seorang praktisi hukum sekaligus pegiat seni lokal yang mencoba memotret realitas profesinya melalui untaian nada.
Acara peluncuran yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh lintas sektoral, mulai dari birokrasi, penegak hukum, hingga tokoh spiritual. Camat Jatisrono, Danang Sugiyatmoko, S.ST.MM, tampak hadir memberikan dukungan formal, didampingi perwakilan Danramil serta rekan sejawat advokat. Kehadiran tokoh spiritual Wonogiri, Paino Gondrong, serta seniman kenamaan seperti Erik Sukir Genk dan Gempil, semakin mempertegas dimensi kultural dari acara ini.
Secara substansial, “Lara Lapa Pengacara” bukan sekadar hiburan musikal. Lagu karya kolaborasi Gempil dan Erik ini berfungsi sebagai otobiografi musikal yang menangkap esensi perjuangan seorang pengacara. Liriknya membedah sisi kemanusiaan yang sering kali luput dari pandangan publik: tentang dedikasi, keletihan (lara lapa), serta kompleksitas suka duka dalam menegakkan keadilan di meja hijau.

Dalam penampilannya, Sugiyanto tampil dengan penghayatan mendalam. Vokalnya yang jernih berhasil menerjemahkan lirik sederhana namun sarat makna, sehingga pesan tentang integritas profesi dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat awam yang memadati lokasi acara.
Camat Jatisrono, Danang Sugiyatmoko, dalam pidato sambutannya menggarisbawahi pentingnya karya ini sebagai literasi profesi bagi masyarakat. Beliau menyatakan bahwa lagu ini memiliki potensi untuk menjadi populer karena mengangkat perspektif yang jarang tersentuh oleh industri musik arus utama, yakni realitas sosiologis seorang pembela hukum.
Dukungan senada datang dari Paino Gondrong. Sebagai sosok yang lama mendampingi perjalanan spiritual Sugiyanto, ia berharap karya ini menjadi pemantik semangat bagi sang pengacara untuk terus berkontribusi bagi kemaslahatan publik melalui jalur hukum maupun seni.
Baca juga : Investasi SDM Lewat Piring Makan: Strategi Preventif Polres Wonogiri di Eromoko
Kemeriahan malam itu juga didukung oleh jajaran artis lokal Wonogiri yang turut naik panggung untuk mempopulerkan komposisi baru tersebut. Kehadiran perwakilan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) serta insan pers lokal menambah bobot legitimasi sosial terhadap peluncuran ini.
Melalui rilisnya “Lara Lapa Pengacara”, Sugiyanto, S.H. berhasil membuktikan bahwa batas antara profesi formal dan ekspresi seni dapat dilebur untuk menciptakan pesan edukatif. Lagu ini kini diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi para profesional lainnya untuk tetap membumi dan menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan melalui medium kreatif.
Pewarta : Nandar Suyadi

