RI News Portal. Jakarta, 7 Januari 2026 – Dalam upaya strategis membentuk generasi penerus bangsa yang tangguh, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pengarahan khusus kepada para anggota Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) pada Selasa, 6 Januari 2026, di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Gedung Kementerian Pertahanan.
Program KKRI, yang merupakan inisiatif pembinaan bela negara bagi pelajar tingkat menengah atas, dirancang sebagai platform utama untuk mengidentifikasi dan mengasah potensi putra-putri terbaik bangsa. Melalui kegiatan ini, negara berinvestasi pada pembentukan karakter pemimpin yang tidak hanya berkompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral tinggi serta komitmen mendalam terhadap persatuan dan kedaulatan nasional.
Dalam arahannya, Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa para kadet harus dibekali dengan visi kepemimpinan yang holistik: berkarakter kuat, berwawasan global, dan setia mutlak kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia menggarisbawahi perlunya mengejar cita-cita besar melalui jalur yang penuh dedikasi, yaitu pembelajaran berkelanjutan, pengorbanan pribadi, dan pengabdian tanpa pamrih.

“Kunci pencapaian potensi maksimal terletak pada disiplin diri yang diterapkan sejak dini,” ungkap Sjafrie, seraya mendorong para kadet untuk membangun kemandirian sejati. Menurutnya, sikap disiplin akan menjadi fondasi bagi kemampuan berdiri tegak di tengah tantangan, serta bergerak maju dengan keyakinan penuh dalam mengabdi kepada bangsa.
Lebih lanjut, pengarahan ini diharapkan dapat memperkuat semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda. Para kadet didorong untuk terus mengasah kemampuan diri dan memanfaatkan setiap kesempatan pembinaan yang disediakan negara, demi terwujudnya Indonesia yang kokoh, berwibawa, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyatnya.
Kegiatan pembekalan tersebut dihadiri oleh 58 kadet, dengan komposisi 51 putra dan tujuh putri, yang berasal dari berbagai wilayah seperti Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Maluku, Papua, serta Lampung. Keragaman latar belakang ini mencerminkan esensi Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus menegaskan bahwa pembinaan kepemimpinan nasional harus inklusif dan representatif dari seluruh nusantara.
Melalui inisiatif semacam ini, KKRI tidak hanya berfungsi sebagai wadah pembentukan karakter, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi ketahanan nasional. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, pembinaan generasi muda dengan nilai-nilai disiplin, nasionalisme, dan kepemimpinan visioner menjadi semakin krusial untuk menjamin kelangsungan bangsa yang berdaulat dan maju.
Pewarta : Albertus Parikesit

