RI News Portal. Bergamo, 4 Januari 2026 – AS Roma mengawali tahun 2026 dengan hasil mengecewakan setelah takluk 0-1 dari Atalanta pada pekan ke-18 Serie A Italia musim 2025/26. Pertandingan yang berlangsung di New Balance Arena ini menjadi momen emosional tersendiri, mengingat kembalinya Gian Piero Gasperini ke Bergamo sebagai pelatih lawan setelah masa panjangnya bersama La Dea.
Gol tunggal pertandingan dicetak oleh bek tengah Atalanta, Giorgio Scalvini, pada menit ke-12. Berawal dari situasi tendangan sudut, Scalvini berhasil menyundul bola melewati kiper Roma, Mile Svilar, yang sempat dianggap terganggu dalam duel udara. Meski sempat ada protes dari kubu Roma terkait potensi pelanggaran terhadap Svilar, tinjauan Video Assistant Referee (VAR) mengesahkan gol tersebut sebagai sah.
Kekalahan ini memiliki dampak signifikan pada posisi Roma di klasemen. Sebelum laga, Giallorossi berada di zona empat besar, namun kini tergeser ke peringkat kelima dengan raihan 33 poin. Juventus, yang mengoleksi poin identik, unggul berkat selisih gol lebih baik. Sementara Atalanta, di bawah arahan Raffaele Palladino, naik ke posisi kedelapan dengan 25 poin dari 18 laga, menunjukkan tren positif pasca-pergantian pelatih.

Dari sisi taktikal, Roma sebenarnya memulai dengan agresif. Pada menit ke-7, kesalahan umpan balik dari gelandang Atalanta Ederson berhasil direbut Paulo Dybala, yang langsung mengirimkan bola kepada Evan Ferguson. Penyerang pinjaman asal Irlandia itu melepaskan tembakan keras yang diblok kiper Marco Carnesecchi, sebelum bola muntah ditepis Sead Kolašinac di garis gawang.
Namun, Atalanta lebih efektif memanfaatkan peluang set-piece, yang menjadi senjata andalan mereka musim ini. Gol Scalvini tidak hanya menjadi pembeda, tapi juga mencerminkan kekuatan pertahanan tuan rumah yang dipimpin Berat Djimsiti, yang kerap memenangkan duel udara.
Di babak pertama, Atalanta nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-28 melalui sundulan Gianluca Scamacca dari umpan silang sisi kanan. Gol tersebut akhirnya dianulir VAR karena posisi offside Scamacca yang dianggap mengganggu permainan.
Baca juga : Kemenangan Dramatis Barcelona di Derby Catalunya: Ketangguhan Kolektif dan Efisiensi Akhir Laga
Memasuki paruh kedua, Roma berupaya mendominasi penguasaan bola dan meningkatkan tekanan. Peluang emas datang pada menit ke-50, ketika Ferguson mengontrol bola dengan punggung ke gawang, melakukan putaran cepat, dan melepaskan voley yang memaksa Carnesecchi melakukan penyelamatan gemilang dengan satu tangan.
Meski melakukan beberapa pergantian pemain – termasuk memasukkan Artem Dovbyk dan Konstantinos Tsimikas – Roma kesulitan menembus lini belakang Atalanta yang terorganisir rapi. Di injury time, tuan rumah bahkan hampir menambah gol melalui tendangan Nikola Krstović, yang berhasil digagalkan Svilar.

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Roma melawan Atalanta, dengan La Dea kini mencatatkan empat kemenangan beruntun atas Giallorossi untuk pertama kalinya dalam sejarah. Bagi Gasperini, hasil ini menjadi pengingat pahit atas kunjungannya kembali ke markas lama, di mana ia pernah membawa Atalanta ke puncak performa Eropa.
Dengan jeda musim dingin yang singkat, Roma harus segera bangkit untuk mempertahankan ambisi lolos ke Liga Champions. Sementara Atalanta menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, memanfaatkan kestabilan defensif sebagai fondasi untuk mendaki klasemen lebih tinggi.
Susunan Pemain:
Atalanta (3-4-2-1): Carnesecchi; Scalvini (Hien 59′), Djimsiti, Kolašinac (Ahanor 26′); Zappacosta, De Roon, Ederson (Maldini 72′), Bernasconi; De Ketelaere, Zalewski (Musah 60′); Scamacca (Krstović 72′).
AS Roma (3-4-2-1): Svilar; Mancini, Ziolkowski (Wesley 46′), Hermoso; Çelik, Cristante, Koné (Pisilli 83′), Rensch (Tsimikas 60′); Soulé (El Shaarawy 66′), Dybala; Ferguson (Dovbyk 60′).
Pewarta : Vie

