RI News Portal. Wonogiri, 3 Januari 2026 – Kepolisian Resor Wonogiri tetap mempertahankan kewaspadaan tinggi meski Operasi Lilin Candi 2025 telah resmi berakhir pada 2 Januari 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan arus balik pasca-libur Tahun Baru serta potensi risiko bencana hidrometeorologi akibat curah hujan yang masih intens di wilayah tersebut.
Dalam apel pagi yang digelar pada Jumat pagi (2/1/2026) pukul 08.30 WIB di halaman markas kepolisian setempat, AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., selaku Kepala Operasi Resor, secara langsung memimpin dan menyampaikan arahan kepada seluruh anggota. Apel ini menjadi momentum untuk menegaskan transisi dari operasi khusus ke pendekatan pengamanan rutin yang ditingkatkan (KRYD) hingga akhir pekan mendatang.
Berdasarkan laporan dari Satuan Lalu Lintas, terdeteksi peningkatan signifikan volume kendaraan baik yang menuju destinasi wisata maupun yang merupakan bagian dari arus balik pemudik. “Kami tidak ingin ada kelonggaran sekecil apa pun, karena data lapangan menunjukkan dinamika mobilitas masyarakat masih tinggi,” ungkap AKBP Wahyu Sulistyo dalam arahannya.

Prioritas pengamanan difokuskan pada kawasan wisata utama, terutama Waduk Gajah Mungkur yang dikenal sebagai magnet kunjungan keluarga, serta serangkaian pantai di Kecamatan Paranggupito yang diproyeksikan tetap ramai hingga beberapa hari ke depan. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman mendalam terhadap pola perilaku masyarakat pasca-libur panjang, di mana objek rekreasi alam sering menjadi pilihan untuk memperpanjang masa istirahat.
Selain aspek keamanan lalu lintas dan ketertiban, arahan juga menyoroti ancaman bencana alam. Dengan kondisi cuaca yang masih labil, personel diinstruksikan untuk meningkatkan sensitivitas terhadap tanda-tanda awal banjir atau longsor, khususnya di daerah rawan. “Kesiapsiagaan terhadap hidrometeorologi bukan sekadar prosedur, melainkan tanggung jawab kolektif untuk melindungi warga dari risiko yang dapat muncul secara mendadak,” tegasnya.
Di samping itu, AKBP Wahyu Sulistyo mengingatkan pentingnya menjaga stamina dan disiplin pribadi di tengah beban tugas yang intens. Personel yang memiliki urusan pribadi diminta segera melapor dan mengajukan izin resmi, demi menghindari potensi masalah di luar tugas dinas.
Baca juga : Desentralisasi Pengelolaan Sampah di Kawasan Perkotaan: Respons terhadap Krisis di Tangerang Selatan
Melalui perwakilan humas, AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., institusi kepolisian setempat menegaskan komitmen berkelanjutan dalam melayani masyarakat. “Fokus kami tetap pada kelancaran mobilitas, perlindungan pengunjung wisata, serta antisipasi dini terhadap gangguan keamanan maupun bencana, dengan pendekatan yang profesional sekaligus humanis,” katanya.
Langkah proaktif ini mencerminkan strategi adaptif kepolisian daerah dalam menghadapi pasca-libur nasional, di mana kombinasi antara euforia masyarakat dan faktor cuaca menjadi variabel krusial yang memerlukan pengelolaan cermat.
Pewarta: Nandang Bramantyo

