RI News Portal. Kuningan, 1 Januari 2026 – Upaya penguatan mekanisasi pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Intervensi ini tidak hanya mempercepat proses budidaya, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi biaya dan peningkatan indeks pertanaman di tingkat petani lokal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menekankan bahwa program ini menjadi pilar utama dalam transformasi usaha tani. “Mekanisasi melalui alsintan secara langsung mendukung percepatan tanam dan panen, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual yang semakin terbatas,” ujarnya.
Sepanjang 2025, daerah ini menerima ratusan unit alsintan senilai hampir Rp10 miliar, mencakup berbagai jenis peralatan seperti combine harvester, traktor berbagai roda, rice transplanter, pompa air, power thresher, hand sprayer, serta corn sheller. Distribusi dilakukan secara bertahap, diprioritaskan pada kelompok tani di wilayah sentra produksi, termasuk penyaluran terbaru kepada puluhan kelompok di berbagai desa dan kecamatan.

Pendekatan ini terintegrasi dengan penguatan infrastruktur irigasi, yang menjadi faktor pendukung keberlanjutan produksi. Pada tahun yang sama, optimalisasi lahan mencapai ribuan hektare melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan sistem perpompaan dan perpipaan, serta konstruksi embung dan dam parit. Langkah-langkah tersebut memungkinkan peningkatan indeks pertanaman hingga dua hingga tiga kali dalam setahun, khususnya di area tadah hujan yang sebelumnya rentan terhadap fluktuasi musim.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menilai bahwa kombinasi mekanisasi dan pengelolaan air ini merupakan strategi kunci modernisasi pertanian. “Teknologi tidak hanya menekan kehilangan hasil pasca-panen, tetapi juga menjaga kestabilan produktivitas lahan jangka panjang, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Data produksi menunjukkan tren positif yang konsisten: dari sekitar 224 ribu ton beras pada 2023, meningkat tipis menjadi 225 ribu ton pada 2024, dan melonjak tajam melebihi 254 ribu ton pada 2025. Dengan luas panen sekitar 64 ribu hektare dan produktivitas rata-rata di atas 61 kuintal per hektare, daerah ini mencatat surplus signifikan setelah memenuhi kebutuhan konsumsi lokal sekitar 134 ribu ton.
Keberhasilan ini mencerminkan sinergi antara dukungan pusat dan inisiatif daerah dalam menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan regenerasi petani. Pendampingan berkelanjutan diharapkan dapat memastikan pemanfaatan optimal teknologi, sehingga Kuningan terus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional di masa mendatang.
Pewarta : Mukhlis

