RI News Portal. Jakarta, 1 Januari 2026 – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melakukan pemantauan intensif terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama malam pergantian tahun dari 2025 ke 2026. Pemantauan dilakukan secara virtual dari Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, pada malam Rabu (31/12/2025), dengan tujuan utama memastikan pelaksanaan pengamanan berjalan optimal sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pengarahannya, Jenderal Sigit menekankan bahwa instruksi presiden menitikberatkan pada penciptaan rasa aman bagi seluruh elemen masyarakat di tengah berbagai aktivitas akhir tahun. “Arahan dari Bapak Presiden sangat jelas: rangkaian pengamanan dan pelayanan harus terlaksana dengan baik, sehingga masyarakat dapat merayakan momen ini tanpa gangguan,” ujarnya.
Polri mengidentifikasi beberapa fokus pengamanan utama, termasuk kegiatan ibadah lintas agama yang meningkat di berbagai wilayah, kunjungan wisatawan ke destinasi populer, serta kerumunan masyarakat di titik-titik sentral perayaan. Komitmen institusi kepolisian tetap pada penyediaan rasa aman yang merata, mencakup pencegahan gangguan ketertiban hingga respons cepat terhadap potensi insiden.

Hasil pemantauan menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat yang tinggi terhadap imbauan pemerintah daerah terkait pembatasan penggunaan kembang api. Alih-alih perayaan konvensional yang meriah, banyak lokasi memilih kegiatan doa bersama dan refleksi spiritual. Langkah ini mencerminkan solidaritas nasional terhadap korban bencana hidrometeorologi parah yang melanda wilayah Sumatera—termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—pada akhir November hingga Desember 2025. Bencana tersebut, yang dipicu curah hujan ekstrem dan kerentanan lingkungan, menyebabkan korban jiwa signifikan serta kerusakan infrastruktur luas, sehingga mendorong pendekatan perayaan yang lebih empati dan terkendali.
Di sisi data keamanan, laporan awal menandakan tren positif: angka kecelakaan lalu lintas dan kasus kriminalitas mengalami penurunan dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya. “Penurunan ini harus dipertahankan hingga akhir operasi pengamanan,” tegas Jenderal Sigit, seraya mengapresiasi koordinasi antarwilayah yang efektif.
Baca juga : Perayaan Tahun Baru di Selatan Wonogiri: Harmoni Budaya Lokal dan Solidaritas Nasional
Menyadari potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai, Kapolri menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Mitigasi dini dan respons cepat menjadi kunci, terutama jika terjadi kebutuhan evakuasi atau penanganan darurat,” katanya.
Pendekatan pengamanan tahun ini tidak hanya menyoroti aspek represif, tetapi juga preventif dan humanis, dengan penekanan pada empati sosial di tengah tantangan nasional. Hal ini mencerminkan evolusi strategi Polri dalam menghadapi dinamika masyarakat yang semakin kompleks, di mana solidaritas menjadi elemen integral dalam menjaga stabilitas.
Pewarta: Nandang Bramantyo

