RI News Portal. Wonogiri, 1 Januari 2026 – Momentum pergantian tahun dari 2025 ke 2026 di wilayah selatan Kabupaten Wonogiri menjadi contoh nyata bagaimana perayaan publik dapat berlangsung meriah sekaligus penuh makna reflektif. Acara bertajuk Car Free Night (CFN) edisi kedua, yang diselenggarakan di ruas Jalur Lintas Selatan (JLS) Desa Sambiroto, Kecamatan Pracimantoro, pada malam 31 Desember 2025, berhasil menyedot perhatian ribuan masyarakat setempat tanpa menimbulkan gangguan keamanan.
Kegiatan yang berlangsung dari sore hingga lewat tengah malam ini diperkirakan dihadiri sekitar 2.500 orang, termasuk warga dari kecamatan sekitar. Kehadiran langsung Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, beserta unsur musyawarah pimpinan kecamatan, legislatif daerah, serta tokoh masyarakat muda, menambah nuansa kebersamaan. Acara ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator pemberdayaan ekonomi lokal melalui keikutsertaan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuka lapak produk khas daerah.
Panggung utama dipenuhi beragam atraksi seni yang menggabungkan elemen tradisional dengan sentuhan kontemporer. Penampilan musik keroncong klasik berpadu dengan aksi band-band muda lokal, sementara tari-tarian seperti Kethek Ogleng dan Sigrak Jurit—yang sarat nilai filosofis Jawa—menjadi highlight budaya. Kolaborasi antara seni modern dan warisan nusantara turut memperkaya suasana, menciptakan pengalaman yang inklusif bagi berbagai generasi. Acara berakhir sekitar pukul 00.20 WIB dalam kondisi aman dan terkendali.

Dalam pidato singkatnya, Bupati Setyo Sukarno menekankan pentingnya kreativitas generasi muda Pracimantoro dalam menginisiasi kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendongkrak roda ekonomi masyarakat. Ia mengajak hadirin untuk memanfaatkan pergantian tahun sebagai saat introspeksi diri, sekaligus menunjukkan solidaritas nasional dengan menghindari euforia berlebihan, seperti penggunaan petasan atau kembang api, mengingat kondisi darurat bencana di beberapa wilayah Indonesia.
Dukungan keamanan datang dari aparat kepolisian setempat. Melalui pernyataan resmi, perwakilan Polres Wonogiri menyatakan komitmen penuh dalam mengawal inisiatif masyarakat yang positif dan berdampak sosial. “Kegiatan seperti ini mencerminkan kolaborasi harmonis antara komunitas, pemerintahan lokal, dan penegak hukum, selaras dengan seruan nasional untuk menyambut tahun baru dengan kesederhanaan dan empati,” ungkap seorang pejabat humas polres.
Baca juga : Presiden Prabowo Subianto Tinjau Hunian Sementara Pascabencana di Aceh Tamiang: Komitmen Percepatan Pemulihan Masyarakat Terdampak
Pengamanan dilakukan secara integratif, melibatkan personel polsek setempat, kodim, dinas perhubungan, relawan, serta panitia acara. Sepanjang malam, tidak tercatat insiden signifikan terkait ketertiban maupun keamanan publik, menegaskan efektivitas pendekatan preventif yang diterapkan.
Fenomena ini menunjukkan tren positif di daerah pedesaan Indonesia, di mana perayaan tahun baru semakin bergeser dari pesta hedonis menuju acara yang mengedepankan nilai budaya, ekonomi kerakyatan, dan tanggung jawab sosial. Inisiatif serupa diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain dalam membangun resiliensi komunitas menghadapi dinamika sosial kontemporer.
Pewarta: Nandang Bramantyo

