RI News Portal. Rongkop, Gunungkidul – Fenomena cuaca ekstrem kembali menimbulkan kerusakan di Daerah Istimewa Yogyakarta menjelang pergantian tahun. Pada Rabu, 31 Desember 2025, sekitar pukul 15.20 WIB, angin puting beliung disertai hujan deras menerjang Dusun Saban, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, menyebabkan 28 unit rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Peristiwa ini terjadi di tengah pola cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, di mana hujan intens disertai angin kencang kerap melanda wilayah pegunungan karst Gunungkidul. Kerusakan utama terfokus pada atap rumah yang terlepas atau roboh, disertai beberapa pohon tumbang yang menutupi akses jalan setempat. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa atau luka serius dari kejadian tersebut.
Tim gabungan dari pemerintah kalurahan setempat, dipimpin langsung oleh Lurah Karangwuni, Suparta, S.I.P., segera bergerak bersama Panewu Rongkop, personel Polsek Rongkop di bawah komando AKP Sartono, Koramil 09/Rongkop, serta Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul. Mereka langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi material, pendataan kerusakan, dan membantu perbaikan darurat agar warga dapat segera kembali ke rumah masing-masing.

Pendataan rinci yang dilakukan hingga malam hari menunjukkan bahwa kerugian materiil masih dalam proses penghitungan, dengan fokus utama pada pemulihan struktural rumah-rumah terdampak. Respons cepat ini diapresiasi warga, karena mampu meminimalkan risiko sekunder seperti kebocoran air hujan atau gangguan aksesibilitas di dusun tersebut.
Lurah Suparta dalam himbauannya menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap perubahan cuaca mendadak. “Bencana alam seperti ini bisa datang kapan saja, terutama di musim peralihan. Kami mengajak seluruh warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, memangkas ranting pohon rawan tumbang, dan memantau prakiraan cuaca agar dapat mengantisipasi lebih dini,” ujarnya.
Kejadian ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah Gunungkidul terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya angin puting beliung yang sering muncul akibat konveksi udara lokal di daerah berbukit. Para ahli meteorologi menyarankan peningkatan sistem peringatan dini berbasis komunitas untuk mengurangi risiko di masa mendatang.
Pewarta: Lee Anno

