RI News Portal. Wonogiri, 30 Desember 2025 – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) di Kabupaten Wonogiri memasuki era baru pasca-Konferensi Cabang (Konfercab) serentak se-Jawa Tengah yang digelar di Semarang pada 27-28 Desember 2025. Sriyono, politisi senior yang saat ini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri, resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk periode 2025-2030, menggantikan Joko Sutopo yang telah memimpin selama tiga periode berturut-turut sejak 2010.
Penunjukan Sriyono oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai menjadi penanda penting proses regenerasi internal, di tengah dominasi PDI Perjuangan sebagai kekuatan politik utama di Wonogiri. Partai berlambang banteng moncong putih ini secara konsisten meraih suara mayoritas dalam pemilu legislatif dan pilkada lokal, termasuk kemenangan telak pada Pilkada 2024 yang mengantarkan Setyo Sukarno sebagai bupati saat ini.
Proses seleksi ketua DPC berlangsung melalui mekanisme bottom-up yang melibatkan usulan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh kecamatan. Beberapa nama kader potensial muncul, termasuk Setyo Sukarno (Bupati Wonogiri), Gimanto, Catur Winarko, dan Dani Mursito—semuanya anggota DPRD dari fraksi partai yang sama. Meski Setyo Sukarno disebut-sebut memperoleh dukungan terbanyak dari PAC, keputusan akhir berada di tangan DPP yang mempertimbangkan berbagai faktor strategis.

Joko Sutopo, dalam pernyataannya, menilai penunjukan Sriyono sebagai pilihan ideal. “Pertimbangan utama adalah efektivitas organisasi. Bupati memiliki mobilitas tinggi dalam tugas eksekutif, sementara posisi di legislatif memungkinkan konsolidasi partai yang lebih intensif,” ujarnya. Ia juga menekankan perbedaan usia dan beban tugas publik: Sriyono, yang relatif lebih muda, dinilai mampu menangani dualitas peran sebagai ketua legislatif daerah sekaligus pimpinan partai, sementara bupati memerlukan fokus penuh pada urusan pemerintahan.
Pergantian ini mencerminkan prinsip kaderisasi yang ditekankan Joko Sutopo sendiri. Setelah 15 tahun memimpin, ia menyatakan saatnya penyegaran untuk menjaga vitalitas organisasi. “Pembaruan diperlukan agar partai tetap dinamis dan mampu merespons tantangan politik ke depan,” katanya. Joko Sutopo kini beralih ke peran di tingkat provinsi, yang memungkinkannya berkontribusi lebih luas tanpa meninggalkan panggung politik lokal.
Baca juga : Refleksi Akhir Tahun Polres Kebumen: Peningkatan Kriminalitas di Tengah Penurunan Kecelakaan Lalu Lintas
Dari perspektif akademis-politik, dinamika ini mengilustrasikan bagaimana partai besar seperti PDI Perjuangan menyeimbangkan antara senioritas, pengalaman jabatan publik, dan kebutuhan regenerasi. Pembagian tugas antara eksekutif (bupati) dan legislatif-partai (ketua DPC) dapat memperkuat koordinasi kebijakan daerah, sekaligus mencegah konsentrasi kekuasaan pada satu figur. Di sisi lain, proses penunjukan pusat menunjukkan sentralisasi pengambilan keputusan, yang sering menjadi ciri partai dengan basis massa kuat di daerah.
Sriyono, sebagai kader senior dengan rekam jejak panjang di legislatif, diharapkan melanjutkan dominasi partai sambil mengawal agenda pembangunan Wonogiri. Pergantian kepemimpinan ini tidak hanya menyegarkan struktur internal, tapi juga menjadi sinyal kesiapan partai menghadapi kontestasi politik mendatang.
Pewarta: Nandar Suyadi

