RI News Portal. Tegal, 30 Desember 2025 – Sebuah rumah milik seorang perempuan lanjut usia (lansia) di Desa Penarukan, RT 14 RW 03, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, roboh total pada Senin sore, 29 Desember 2025. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB, disertai angin kencang, yang mencapai puncaknya sekitar pukul 18.00 WIB.
Rumah tersebut, yang mencakup bagian utama dan dapur, dimiliki oleh Sarini, berusia 73 tahun. Kondisi bangunan yang sudah tua diduga menjadi faktor pendukung utama keruntuhan, karena tidak mampu menahan beban air hujan dan hembusan angin yang ekstrem. Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa atau luka, dengan hanya satu keluarga—terdiri atas satu jiwa—yang terdampak.
Fenomena cuaca ekstrem seperti ini semakin sering terjadi di wilayah Jawa Tengah bagian utara pada akhir tahun, sejalan dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai peningkatan curah hujan tinggi hingga akhir Desember 2025. Data historis menunjukkan bahwa struktur bangunan semi-permanen atau tua di pedesaan rentan terhadap dampak hidrometeorologi, terutama di daerah dengan topografi datar seperti Kabupaten Tegal.

Respons cepat dilakukan oleh tim gabungan, termasuk relawan kemanusiaan, aparat kepolisian sektor setempat, korps militer distrik, badan penanggulangan bencana daerah, serta warga sekitar. Mereka melakukan penilaian kerusakan di lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk langkah selanjutnya. Kebutuhan prioritas korban saat ini adalah material bangunan untuk rekonstruksi rumah, mengingat kerusakan yang tergolong berat.
Para pihak terkait menyatakan komitmen untuk terus memantau situasi, terutama mengingat potensi cuaca buruk yang masih berlanjut. Kasus ini menambah catatan tren bencana rumah roboh di Kabupaten Tegal sepanjang musim hujan 2025, yang sering kali memengaruhi kelompok rentan seperti lansia hidup sendiri.
Pewarta: Ikhwanudin

