RI News Portal. Yogyakarta, 28 Desember 2025 – Sepekan setelah dimulainya Operasi Lilin Progo 2025 pada 20 Desember lalu, Direktorat Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mencatat peningkatan tajam dalam arus mobilitas masyarakat menuju wilayah ini. Evaluasi internal yang dilakukan pada Sabtu (27/12/2025) menunjukkan bahwa Yogyakarta tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia untuk merayakan libur Natal dan Tahun Baru, dengan dominasi kedatangan yang signifikan dibandingkan keberangkatan.
Menurut Kombes Pol Ihsan, S.I.K., sebagai Kepala Bidang Humas Polda DIY, data pemantauan selama tujuh hari pertama operasi mengungkap pola pergerakan yang mencerminkan daya tarik kuat Yogyakarta sebagai pusat wisata budaya dan rekreasi. “Angka kedatangan jauh melampaui keberangkatan, yang mengindikasikan posisi Yogyakarta sebagai destinasi prioritas bagi pelancong domestik pada periode akhir tahun ini,” ungkapnya.
Pada jalur darat, tercatat 938.275 unit kendaraan memasuki wilayah DIY, sementara hanya 859.740 unit yang keluar. Selisih ini mencerminkan akumulasi pengunjung yang memilih memperpanjang masa tinggal mereka di kota ini. Tren serupa terlihat pada transportasi umum, di mana 216.350 penumpang tiba melalui jalur darat dan udara, dibandingkan 211.695 penumpang yang berangkat. Pintu masuk favorit bagi pengguna transportasi umum adalah Stasiun Tugu Yogyakarta, diikuti Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) serta Stasiun Lempuyangan, yang menegaskan peran infrastruktur kereta api dan penerbangan dalam mendukung aksesibilitas wilayah ini.

Dampak paling mencolok terlihat pada sektor pariwisata, dengan total 1.563.449 kunjungan tercatat di berbagai situs wisata hingga evaluasi tersebut. Kawasan Malioboro mendominasi sebagai atraksi utama dengan 1.244.129 pengunjung, mencerminkan pesona jalanan ikonik ini sebagai simbol kehidupan malam dan belanja tradisional Yogyakarta. Posisi kedua ditempati Candi Prambanan dengan 89.771 kunjungan, yang menunjukkan minat tinggi terhadap warisan budaya Hindu kuno. Sementara itu, pantai-pantai di Kabupaten Gunungkidul menyumbang 66.440 pengunjung, menggarisbawahi diversifikasi wisata alam yang semakin populer meski di tengah musim penghujan.
Fenomena ini tidak hanya menandakan pemulihan pasca-pandemi yang berkelanjutan, tetapi juga kontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal melalui perputaran dana dari akomodasi, kuliner, dan kerajinan. Namun, lonjakan ini juga menimbulkan tantangan dalam pengelolaan keramaian dan keselamatan publik.
Dalam respons terhadap antusiasme tersebut, Kombes Pol Ihsan menyampaikan penghargaan atas pilihan wisatawan terhadap Yogyakarta. “Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat. Bersama mitra terkait, kami berkomitmen menjaga keamanan optimal di area ramai untuk memastikan pengalaman liburan yang menyenangkan,” katanya. Ia menekankan pendekatan pengamanan yang proaktif, termasuk penempatan personel di titik-titik strategis.
Baca juga : Penguatan Literasi sebagai Pilar Pembangunan Peradaban di Kota Tegal
Mengingat Yogyakarta sedang memasuki puncak musim hujan, imbauan khusus ditekankan kepada pengunjung. “Kami menghimbau agar selalu memperhatikan kondisi cuaca yang sering membawa hujan intens. Pastikan kendaraan dan kondisi fisik prima, serta tingkatkan kewaspadaan di lokasi terbuka atau wisata alam untuk menghindari risiko banjir atau longsor,” tutupnya.
Data ini menjadi bahan refleksi penting bagi pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Yogyakarta, di mana keseimbangan antara aksesibilitas dan keamanan menjadi kunci utama dalam menghadapi gelombang kunjungan tahunan seperti ini.
Pewarta: Lee Anno

