RI News Portal. Giriwoyo, Wonogiri – Perayaan Natal Bersama yang digelar oleh Gereja Kristen Jawa (GKJ) Baturetno pada Jumat malam, 26 Desember 2025, di Pendopo Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, berlangsung dalam suasana khidmat, aman, dan penuh kebersamaan. Acara bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (berdasarkan Matius 1:21–24) ini diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan, mencerminkan komitmen bersama dalam merayakan kelahiran Yesus Kristus sekaligus memperkuat nilai-nilai keluarga di tengah tantangan sosial kontemporer.
Tema tersebut, yang menjadi pedoman nasional bagi banyak komunitas Kristiani tahun ini, menekankan kehadiran ilahi sebagai sumber pemulihan bagi institusi keluarga yang sering menghadapi tekanan ekonomi, relasional, dan budaya. Rangkaian acara mencakup sambutan dari tokoh lokal, prosesi penyalaan lilin sebagai simbol harapan, serta pertunjukan seni budaya berupa wayang orang dengan lakon “Tumuruning Wahyu Kamulyan”. Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan moral tentang pencerahan spiritual dan kebajikan, yang selaras dengan esensi Natal sebagai momen pembaruan.

Keberhasilan acara dalam menjaga ketertiban menjadi bukti nyata sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat. Personel dari Polsek Giriwoyo, dipimpin langsung oleh IPTU Margiyanto sebagai perwira pengendali, bekerja sama dengan Koramil 08/Giriwoyo untuk menerapkan pengamanan terbuka maupun tertutup. Strategi ini meliputi penempatan personel di akses masuk, area utama pendopo, serta pengelolaan lalu lintas sekitar, guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Melalui perwakilan humas, Polres Wonogiri menyatakan bahwa upaya pengamanan ini merupakan manifestasi komitmen institusi kepolisian dalam melindungi hak beribadah umat beragama, sejalan dengan prinsip negara yang menjamin kebebasan berkeyakinan. “Kehadiran kami di lapangan bertujuan memastikan umat dapat merayakan dengan tenang dan khusyuk, tanpa kekhawatiran,” ungkap AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M.
Keberhasilan ini, menurutnya, tidak lepas dari kesiapsiagaan personel, koordinasi antarinstansi termasuk TNI dan pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat yang turut menjaga suasana kondusif. Sepanjang acara, tidak tercatat insiden signifikan, sehingga seluruh agenda berakhir dengan tertib dan terkendali.
Dalam konteks lebih luas, perayaan semacam ini di Wonogiri menjadi contoh bagaimana keragaman agama dapat menjadi kekuatan persatuan. Di tengah momentum akhir tahun, aparat keamanan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara toleransi dan kolaborasi, demi terciptanya lingkungan yang damai menjelang Tahun Baru 2026.
Peristiwa ini tidak hanya merayakan dimensi spiritual Natal, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya solidaritas lintas sektor dalam menjaga stabilitas sosial di daerah pedesaan seperti Wonogiri, di mana nilai gotong royong masih menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Pewarta: Nandang Bramantyo

